Rumah tangga Karmini dan Mulyono memang sudah tidak harmonis lagi sejak tiga tahun lalu. Mereka pun memutuskan untuk pisah ranjang. Karmini dan tiga anaknya kemudian keluar dari rumah Mulyono di Jalan Imam Bonjol dan kontrak di kampung Pandansari.
"Sejak 2010 saya pisah. Tapi dia masih sering main ke sini untuk melihat anak kami yang masih kecil," kata Karmini kepada detikcom di rumahnya, Pandansari IX, Semarang, Jumat (25/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mungkin agak-agak stres. Soalnya pagi berantem, sorenya kayak tidak ada apa-apa. Ya saya sabar saja," ujarnya.
Hari Kamis (24/10) kemarin, Mulyono berkunjung lagi untuk melihat anaknya yang masih berusia empat tahun. Kemudian Mulyono menemani Karmini berjualan nasi angkringan di Jalan Pemuda.
"Tolong aku dikasih kesempatan (rujuk). Kalau pisah, aku lebih baik mati. Dia bilang begitu. Tapi sudah sering juga dia bilang seperti itu," ujarnya.
Karmini pun tak memiliki firasat apa-apa setelah Mulyono mengucapkan kalimat tersebut. Kemudian pada pukul 05.00 WIB, Mulyono kembali terlebih dahulu ke rumah Karmini "Sekitar jam 06.30 WIB saya pulang dari warung. Tahu-tahu sudah menggantung, saya takut dan langsung minta bantuan warga," katanya.
Mulyono ditemukan dalam kondisi menggantung menggunakan tali plastik merah. Meja kecil yang berada di lokasi diduga digunakan Mulyono untuk memanjat. Warga kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.
Anggota Polsek Semarang Tengah yang mendatangi lokasi kemudian menurunkan janasah Mulyono dan membawanya ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.
(alg/fdn)










































