Fuad Bawazier: Revisi UU Pilpres Distop, Langkah Win-HT Makin Berat

Fuad Bawazier: Revisi UU Pilpres Distop, Langkah Win-HT Makin Berat

Ferdinan - detikNews
Jumat, 25 Okt 2013 06:01 WIB
Fuad Bawazier: Revisi UU Pilpres Distop, Langkah Win-HT Makin Berat
Jakarta -

Ketua DPP Partai Hanura, Fuad Bawazier kembali menyoroti pencalonan Wiranto-Hary Tanoesoedibjo sebagai bakal capres/cawapres. Langkah Win-HT makin berat karena DPR sepakat menghentikan pembahasan revisi UU Pilpres.

"Kalau pandangan subyektif saya, mereka sudah makin berat. Tapi mereka kan masih berusaha, silakan saja," kata Fuad saat dihubungi, Kamis (24/10/2013) malam.

Menurut Fuad, impian parpol mengusung capres/cawapres tidak akan terwujud tanpa minimal memiliki suara 10 persen pada pemilu legislatif 2014. Dengan perolehan suara minimal itu pun, parpol harus berkoalisi.

Sebab ambang batas pencapresan tetap 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 perolehan suara nasional sebagaimana diatur UU 42/2008 tentang Pilpres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Buat partai menengah dan bawah, bila tidak bisa mendapat target 10 persen suara lebih baik lupakan saja soal capres sendiri," imbuhnya.

Lagipula pencalonan HT sebagai pendamping Wiranto masih menyisakan masalah di internal. Para caleg menurut dia akan kesulitan untuk mengkomunikasikan ke pemilih soal terpilihnya HT yang dikenal sebagai bos media ini.

"Tiba-tiba cawapresnya HT, siapa dia? Kan harus jelas rekam jejaknya. Sementara HT pengusaha, bukan politikus," tutur Fuad.

Prediksi Fuad hanya akan ada 3 partai yang bisa mengajukan capres yakni PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra. "Ini bicara dinamika politik yang ada. Kita hanya berpeluang untuk melengkapi kekurangan suara dari parpol lain," sebut dia.




(fdn/tfq)


Berita Terkait