Presiden IUSWC: Perempuan Pilar Demokrasi dan Stabilitas

Laporan dari Washington, D.C.

Presiden IUSWC: Perempuan Pilar Demokrasi dan Stabilitas

Eddi Santosa - detikNews
Jumat, 25 Okt 2013 04:42 WIB
Presiden IUSWC: Perempuan Pilar Demokrasi dan Stabilitas
dok.rosa
Washington DC - Investasi dalam kepemimpinan perempuan dan mengintegrasikan mereka ke dalam demokrasi dan ekonomi akan memberikan kontribusi pada peningkatan kekuatan ekonomi dan stabilitas.

Hal itu disampaikan presiden Indonesia-US Women's Council (IUSWC) dr Rosa Rai Djalal pada peresmian organisasi IUSWC di KBRI Washington DC, Kamis hari ini waktu setempat atau Jumat (25/10/2013) WIB.

"IUSWC ini sebagai wahana untuk memperkuat dialog dan pemberdayaan perempuan sebagai agen pembangunan. Dalam hubungan RI-AS, peran perempuan sangat penting dalam berbagai sektor kerjasama," ujar Rosa Djalal, yang juga pemrakarsa sekaligus pendiri organisasi ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istri Dubes RI untuk Amerika Setikat (AS) Dino Patti Djalal itu mengatakan bahwa IUSWC memfokuskan diri pada pengembangan program untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi dan kemasyarakatan, serta meningkatkan kepemimpinan regional dan global di Indonesia.

"Jika perempuan mampu sepenuhnya menggunakan potensi mereka, maka perekonomian di Asia Pasifik akan meningkat USD 89 miliar per tahun," imbuh Rosa, yang sebelumnya pernah menjadi ketua Muslim Women Association (MWA) dan ASEAN Women Circle (AWC).

Menurut Rosa, dalam hal ini perempuan Indonesia siap untuk tampil lebih giat dalam membangun Indonesia, yang diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar ke tujuh di dunia dalam dua dekade mendatang, dan perdagangan RI-AS diharapkan meningkat sampai USD 60 miliar dalam lima tahun ke depan.

Lanjut Rosa, di Indonesia kaum perempuan merupakan setengah dari angkatan kerja dan menjalankan sepertiga dari usaha kecil dan menengah (UKM ). Hal tersebut merupakan suatu prestasi signifikan sebab UKM menyumbang 57% produk domestik bruto (PDB) .

"Namun demikian hanya 6% perempuan Indonesia berada di puncak pimpinan perusahaan, meskipun kinerja mereka lebih tinggi. Mereka juga semakin berperan dalam pemerintahan, walaupun saat ini baru mewakili 19% kursi parlemen dan 12% kursi kabinet," pungkas Rosa.

Peresmian organisasi IUSWC tersebut ditandai dengan penyelenggaraan diskusi panel yang mengangkat tema Women as Political and Economic Drivers dengan pembicara kunci Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia Dr. Sri Mulyani Indrawati.

Pembicaranya antara lain Sri Danti Anwar (Sekjen Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Duta Besar Paula Dobriansky (mantan Wakil Menlu AS untuk Urusan Global dan Senior Fellow di Kennedy School Belfer Center for Science & International Afairs-Harvard University), Erna Witoelar PhD (mantan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah & Mantan Duta Besar PBB untuk Millenium Development Goal di Asia Pasifik ) serta Marne Levine (Vice President Global Public Policy-Facebook).

Manfaat

Sementara itu Dubes RI Dino Patti Djalal pada penutupan acara peresmian organisasi IUSWC tersebut mengatakan bahwa masyarakat pada umumnya akan memetik manfaat ketika perempuan dididik dan diberdayakan.

"Sementara AS juga membutuhkan kemitraan perempuan yang kuat di wilayah utama dunia, termasuk Indonesia," ujar Dubes.

Menurut Dubes, perempuan Indonesia adalah sumberdaya yang sangat diperlukan, di mana produktivitas dan inovasinya tidak bisa diremehkan.

IUSWC ini akan berperan dalam menutup kesenjangan, melibatkan perempuan Indonesia secara signifikan dalam sektor bisnis dan politik.

"Tidak hanya masalah tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai sarana mempromosikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kemakmuran jangka panjang," demikian Dubes.

IUSWC adalah organisasi nirlaba terdaftar di Indonesia dan di AS untuk menghubungkan bisnis Indonesia dan AS serta memajukan kerjasama antar pemimpin pemerintah kedua negara, berbagi praktek terbaik dan memberdayakan generasi baru pemimpin perempuan di Indonesia.

Ikut menyampaikan sambutan pada peresmian yaitu Duta Besar Melanne Verveer (Ambassador for Global Women’s Issues and Executive Director pada Georgetown Institute for Women, Peace and Security).

IUSWC akan memfokuskan pada bidang kewirausahaan, partisipasi politik , pendidikan dan kesehatan ibu. Dalam lima tahun ke depan, IUSWC akan melatih 5000 perempuan untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka serta menyiapkan para perempuan untuk melatih orang lain sebagai mentor.

Selain itu, IUSWC juga menciptakan program pertukaran dengan universitas terkemuka terutama pada masalah-masalah kesehatan yang paling mendesak bagi perempuan dan kesehatan ibu.

IUSWC akan mempertemukan perempuan Indonesia dan AS dari kalangan pemimpin pemerintahan, sektor swasta, filantropi, akademisi dan LSM untuk mengembangkan kemitraan publik-swasta demi program empat pilar penting pemberdayaan, yakni kepemimpinan ekonomi dan teknologi, politik dan partisipasi masyarakat, pendidikan, serta kesehatan ibu.

(es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini