"Kalau mau menang rebut hati anak muda ini. Sudah pasti bakal jadi partai paling besar. Tapi kebanyakan elit parpol lebih memilih tokoh masyarakat, agama maupun pekerja seni," ujar pengamat politik Hermawan Sulistyo dalam diskusi bertema 'Pemuda Indonesia Perlu Sumpah Apalagi Kita?' di kawasan Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (24/10/2013).
Menurutnya tidak sulit meraih suara dari kaum pemuda. Parpol bisa memulai pendekatan dengan mendengar aspirasi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan proyek Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 jumlah pemuda di Indonesia mencapai 62,6 juta orang. Dari angka tersebut dapat diperkirakan terdapat 12 persen pemilih pemula.
Hermawan mengatakan pemuda Indonesia memiliki potensi tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional. Namun kebanyakan dari mereka justru lebih memilih menetap di luar negeri.
"Hal ini sangat disayangkan. Sebab tidak ada yang bisa merangkul mereka, sudah seharusnya kita tanamkan sifat 'Jangan jual dirimu, jangan jual bangsamu '," kata Hermawan.
Sementara Ketua Umum PWRI, Husein Gani Maricar memperingati sumpah pemuda. Kaum muda harus berani menjawab berbagai tatangan dan persoalan yang ada saat ini.
"Meski begitu pemuda harus tetap punya sikap, dan keberanian mengantisipasi tantangan yang ada," kata Husein.
(edo/fdn)











































