Kunjungi Harimau Melani, Menhut: Dia Kurus Bukan Karena Saya

Kunjungi Harimau Melani, Menhut: Dia Kurus Bukan Karena Saya

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Kamis, 24 Okt 2013 21:58 WIB
Kunjungi Harimau Melani, Menhut: Dia Kurus Bukan Karena Saya
Menhut Kunjungi Taman Safari (Detikcom)
Cisarua, - Sebelum dirawat di Taman Safari Indonesia, harimau Sumatera Melani sempat mengalami masa kritis saat dirawat di Kebun Binatang Surabaya. Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan tidak ingin disalahkan atas kondisi yang dialami Melani.

Hal ini disampaikan Zulkifli saat mengunjungi Melani di ruang penangkaran harimau Sumatera, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Kamis (24/10/2013).

Ia pun menceritakan jika ia mendapat kasus kondisi kritis yang dialami Melani karena permasalahan internal dalam managemen Kebon Binatang Surabaya. Kisruh ini pun berujung tidak terurusnya para binatang yang berada disana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satwanya tidak terurus, makanannya mengandung formalin jadi banyak mati makanya kita cabut ijinnya. Kita serahkan pada ahli konservasi untuk mengelola sementara. Mereka malah mengirim foto Melani ke media. Jadi terkesan saya penyebabnya. Yang bikin satwa-satwa mati ya dia. Dia yang tidak becus," kata Zulkifli.

Ia melanjutkan jika penderitaan Melani yang diderita sejak lahir tidak mungkin dapat disembuhkan dalam waktu dekat. Ia menuding ada beberapa pihak yang mengambil untung atas karut marutnya pengurusan Kebon Binatang Surabaya tersebut.

"Karena ada juga pihak yang mau KBS dipugar. Karena harganya sangat mahal. Mau dibangun mall dan semacamnya," terangnya.

Saat ini, Kebon Binatang Surabaya masih beroperasi dengan surat ijin prinsip dan sepenuhnya diserahkan pada pemerintah daerah.

"Sekarang katanya yang kemarin-kemarin bikin ribut masuk lagi. Ya kalian tanyalah sama walikota Surabaya kelanjutannya," elaknya.

Usai curhat pada wartawan, Zulkifli lantas mengunjungi Melani yang saat itu sedang terbaring. Dari dokter Taman Safari, diketahui jika Melani saat ini sudah mengalami banyak kemajuan dibandingkan saat ia pertama kali dibawa pada bulan Juli lalu.

"Sekarang beratnya sudah 48 kg. Waktu pertama kali datang, beratnya 45 kg. Dia sekarang juga sudah bisa berjalan keliling kandangnya," ujar drh Yohana yang menangani Melani saat masih di rumah sakit TSI.

Dari Yohana diketahui jika sudah sulit jika ingin melihat Melani seperti harimau lainnya. Penyakit yang diidapnya sejak bayi serta usia yang sudah tergolong tua menjadi faktor utama.

"Sorot matanya yang tidak seperti harimau pada umumnya ya karena dia sudah tua juga kan," sambungnya.

Sehari-hari, Melani hidup dalam kandang berukuran 4 x 4 m dengar sebuah kardus sebagai alas tidurnya. Ia saat ini sudah bisa makan daging ayam hingga 4 kg per harinya. Namun, ia masih dibantu dengan makanan import AD dan beberapa vitamin.

"Perkembangannya dari darahnya baik, dari bulunya juga mengkilat, mukanya lebih cerah, sudah bisa mengaum, sudah bisa mandi. Sudah normallah," pungkas Yohana

(mnb/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini