Saksi Polisi: Ada Bercak Darah di Golok Saat Pembunuhan Pengamen Cipulir

Saksi Polisi: Ada Bercak Darah di Golok Saat Pembunuhan Pengamen Cipulir

Rini Friastuti - detikNews
Kamis, 24 Okt 2013 20:08 WIB
Jakarta - Persidangan pembunuhan pengamen Cipulir digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Saksi yang dihadirkan berasal dari anggota polisi dari Polsek Kebayoran Lama itu menyebut ada bercak darah pada golok yang ditemukan di lokasi kejadian.

Saksi kedua yang dihadirkan pada sidang sore ini adalah Anggota Reskrim Polsek Kebayoran Lama, Dwi Kusnianto. Dwi merupakan petugas reskrim pertama setelah Pendi yang datang ke lokasi kejadian.

"Saya datang pada tanggal 30 Juni tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Saya datang bersama tim dari Polsek. Saya dapat informasi dari operator kalau di kolong jembatan Cipulir ada penemuan mayat," ujarnya ketika bersaksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Hakim Suwanto di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Jumat (24/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat dirinya dan tim dari Polsek Kebayoran Lama tiba di lokasi, mereka langsung mengamankan golok yang ada bercak darah. "Di besi golok itu saya lihat ada bercak darah," tuturnya.

Tak lama, ketiga anak jalanan tersebut (Andro, Bagus dan Nurdin) dibawa ke Polres Jakarta Selatan, hingga mendapatkan perintah untuk menyerahkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.

"Setelah diserahkan ke Polda, saya nggak ikut lagi," kata Dwi.

"Berarti anda ikut mengantarkan ke Polda?" tanya ketua majelis hakim Suwito.

"Iya, tapi setelah itu saya tidak ikut lagi," jelas Dwi.

Setelah kesaksian, kuasa hukum terdakwa dari LBH Jakarta, Johannes Gea menanyakan sesuatu kepada Dwi.

"Di BAP dijelaskan selain golok juga ada satu buah kayu. Apakah anda menemukan kayu disana?," tanya Gea. "Tidak. Cuma golok," terangnya.

Tapi di BAP disebutkan, selain golok ditemukan juga satu buah kayu. Jadi mana yang benar?," tanya Gea lagi.

"Cuma golok," kata Dwi.

Berarti cuma golok ya? tanya Gea dengan mempertegas intonasi pertanyaannya.

"Iya," ujarnya yakin.

Andro dan Nurdin yang diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan langsung menolak mentah-mentah beberapa keterangan yang diberikan Dwi. "Ada yang salah. Goloknya salah Pak, tidak ada bercak darah disana," kata Nurdin.

"Selain itu, sesampai di Polda saya langsung dipukulin," kata Andro.

Akan tetapi, Dwi tetap bersikukuh dengan kesaksiannya. "Saya tetap pada keterangan saya," paparnya.

Sidang ini akan dilanjutkan kembali pada senin (28/10) untuk pemeriksaan saksi lain.

(rii/tfq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini