Namun Partai Golkar tak curiga Rano sedang menanti jatuhnya kursi Banten-1 ke tangannya. "Golkar nggak curiga dengan Rano, dengan PDIP. Semua orang punya hak main politik. Ical (Aburizal Bakrie) saja boleh ke sana, Megawati juga boleh ke sana. Masak orang nggak boleh sosialisasi sih?" tanggap Sekretaris Fraksi Golkar di DPR Ade Komaruddin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Ketua DPP Golkar ini menyatakan partainya tak mau membuang energi merespons sikap PDIP dengan Rano-nya usai Atut dijadikan saksi oleh KPK. Partai beringin itu juga menolak berandai-andai jika Atut dijadikan tersangka dan harus lengser keprabon dari kursi gubernur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golkar mempersilakan KPK untuk menuntaskan kasus sengketa Pilkada itu dengan adil. Ade menolak jika urusan hukum di KPK itu dikait-kaitkan dengan urusan politik.
"Kalau soal hukum, kami serahkan ke penegak hukum, KPK. Urusan politik serahkan ke parpol. Kita masih koalisi dengan PDIP," tutupnya.
Pada Senin 21 Oktober 2013, Rano menemui dua ribuan buruh pabrik sepatu Nike di Tangerang bersama Megawati. Para buruh menyambut Rano dan Mega dengan meriah. Rano sempat mendendangkan lagu 'Ini Rindu' di depan Mega, keharmonisan Rano-Mega juga terlihat saat keduanya makan dengan rantang besi yang biasa untuk makan buruh pabrik itu. Jelas terlihat dukungan Mega ke Rano masih full sampai saat ini.
(van/nrl)











































