"Harus kita cek dulu kebenaran infonya. Apa itu keputusan partai atau bukan," kata eks Wadir Eksekutif PD itu kepada detikcom, Kamis (24/10/2013).
Rahmad tak ingin berkomentar lebih jauh lagi. Apalagi dia sudah menegaskan bahwa dirinya tak pernah menyebut ada penjemputan paksa oleh BIN terharap eks Ketum PD Prof Subur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PD masih geram dengan fitnah soal penculikan Eks Ketum PD Prof Subur Priyo Budhisantoso oleh BIN. PD akan mengkaji kemungkinan untuk mempolisikan si penyebar fitnah.
"Kalau dia bukan anggota PD, mungkin kami akan menempuh langkah hukum," kata Waketum PD Agus Hermanto.
Agus mengatakan PD merasa dirugikan dengan fitnah tersebut. Sebab, Subur adalah eks ketum yang telah banyak berjasa bagi PD.
Ihwal penjemputan Prof Subur oleh BIN bermula dari video acara diskusi ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Moderator acara itu, M Rahmad, dalam tayangan video, mengatakan Prof Subur yang harusnya jadi pembicara tak jadi datang karena dijemput BIN.
Belakangan M Rahmad menggelar jumpa pers dan mengatakan bahwa dia mendapat informasi itu dari kader PPI yang lain, Sri Mulyono. Rahmad menolak meminta maaf, justru Sri Mulyono yang meminta maaf.
(van/nrl)











































