5 Suara Jokowi Soal Monyet

5 Suara Jokowi Soal Monyet

- detikNews
Kamis, 24 Okt 2013 10:57 WIB
 5 Suara Jokowi Soal Monyet
Jakarta -

1. Monyet Bekerja Jadi Isu Internasional

Jokowi melarang monyet-monyet dijadikan sebagai 'pekerja'. Apalagi dipaksa untuk melakukan atraksi di bawah perintah pawang monyet.

Jokowi prihatin dengan monyet yang dipekerjakan. Apalagi monyet yang dipekerjakan sudah menjadi perhatian dunia internasional.

"Itu sudah menjadi isu internasional. Kasihan monyetnya," ujar Jokowi di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2013).

2. Beli Seluruh Monyet Rp 1 Juta/Ekor

Jokowi akan membeli seluruh monyet di Jakarta yang dipekerjakan. Monyet-monyet itu akan dilepasbebaskan di tanah seluas 1 hektar di Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

"Topeng monyet dibeli semua. Dilepas di Ragunan sana. 1 Hektar untuk tampung bintang liar. Sudah cek harganya berapa dan jumlahnya," kata Jokowi di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2013).

Monyet-monyet akan dibeli seharga Rp 1 juta/ekor. Pihak Dinas Kelautan dan Pertanian DKI saat ini tengah mendata jumlah pelaku atraksi topeng monyet di Jakarta.

Untuk pawang monyetnya, Pemprov DKI telah menyiapkan pembinaan khusus.

"Sudah disiapkan pembinaan untuk pawangnya," tuturnya.

3. Mengganggu di Perempatan

Jokowi menuturkan alasannya membebaskan Jakarta dari topeng monyet yakni demi ketertiban. Sebab topeng monyet mengganggu pengguna jalan di perempatan.

Alasan lainnya yakni untuk menghindari penyebaran penyakit rabies.

"Itu demi ketertiban, mengganggu di perempatan, ya menyebar penyakit rabies. Makanya mau dibina," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2013).

Pembebasan topeng monyet di Jakarta dimulai pekan ini. Sedangkan pawang monyet yang sebagian bukan penduduk Jakarta akan segera diurus.

"Pawang monyetnya akan diselesaikan setelah ini karena sebagian besar bukan penduduk Jakarta," katanya.

4. Selain Monyet, Juga Sayang Anak Jalanan

Jokowi membantah kritikan Ketua Satgas Perlindungan Anak (PA) M Ihsan yang menyatakan Jokowi lebih perhatian kepada topeng monyet dibandingkan anak jalanan. Menurut Jokowi, perhatian terhadap anak jalanan juga sama dengan monyet.

"Semuanya dipikirin dan kita menganggap," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2013).

Menurut Jokowi, jika Satgas PA memiliki langkah-langkah penanganan secara permanen terhadap anak jalanan, sebaiknya diberikan pada pengusaha mebel itu.

"Tapi memang kita bicarakan semuanya ada langkah jitu. Kalau gagasan yang memang menyelesaikan secara permanen berikan ke saya," ucap Jokowi.

5. Pekerjakan Monyet Tidak Berperikemonyetan

Setelah ucapan Jokowi yang akan membebaskan monyet-monyet dari pawang tukang monyet, Satpol PP merazia monyet-monyet. Hasilnya 10 monyet terjaring.

Jokowi menyambangi monyet-monyet yang terazia tersebut di Lapangan Parkir IRTI Monas.

"Tidak berperikemonyetan," kata Jokowi di Lapangan Parkir IRTI Monas, Jalan Merdan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2013). Ucapan Jokowi disambut tawa para warga yang ada di lokasi tersebut.

Jokowi mengaku prihatin setelah melihat monyet-monyet itu.

"Kasihan ini, lihat. Lebih kurus daripada saya," ujar Jokowi.

Monyet-monyet tersebut, lanjut Jokowi, akan mendapatkan pengobatan dan diberi makanan yang layak. Nah, bagi warga Jakarta yang ingin melihat monyet, Jokowi menyarankan untuk pergi ke Ragunan.
Halaman 2 dari 6
(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads