Pimpinan Komisi I DPR, Definitif atau Sementara?

Pimpinan Komisi I DPR, Definitif atau Sementara?

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2004 16:35 WIB
Jakarta - Meski dua kubu sudah akur, namun riak-riak kecil masih saja terjadi di DPR. Saling balas sindiran terjadi saat rapat kerja Komisi I DPR. Pimpinan komisi dipersoalkan, bersifat sementara atau definitif?Saling sindir ini terjadi saat Komisi I DPR melakukan rapat kerja dengan Menkominfo Sofyan Djalil di ruang Komisi I, gedung Nusantara I, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/11/2004). Untuk pertama kalinya, rapat Komisi I DPR dihadiri oleh para anggota dua kubu, Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan. Datangnya para anggota Koalisi Kerakyatan itu memang membuktikan bahwa konflik di DPR sudah bisa diatasi. Namun, belum tentu mereka betul-betul sudah menerima seratus persen perdamaian itu. Saat raker Komisi I DPR dimulai misalnya. Anggota FPAN Deddy Djamaludin Malik melakukan interupsi. "Rapat komisi I ini masih dipimpin oleh pimpinan sementara. Kami mengimbau pimpinan sementara ini segera menyelesaikan perubahan tatib," pintanya.Aspirasi Deddy disambut baik oleh anggota Fraksi PD Zidki Wahab. "Anda ini semua, pimpinan sementara komisi I. Silakan saja ini dijalankan, karena kita menghormati tamu kita yang sudah datang," kata Zidki mengarah kepada pimpinan komisi I DPR. Menanggapi permintaan dua anggota DPR dari Koalisi Kerakyatan itu, Ketua Komisi I Theo L Sambuaga seakan tidak menanggapi terlalu serius. "Ini kan sudah keputusan paripurna. Ya, kita jalankan saja," kata dia singkat. Nah, melihat dua anggota DPR itu mulai berulah, saat akan memberikan pertanyaan kepada Menkominfo Sofyan Djalil, anggota FPDIP Effendi Simbolon menyindir keduanya. Di awal kalimatnya, Effendi menyebut pimpinan komisi I DPR sebagai pimpinan definitif. "Terima kasih pimpinan definitif, atas kesempatan yang diberikan saya," kata Effendi. Sindiran Effendi ini membuat suasana raker Komisi I bertambah meriah.Merasa disindir, dua anggota DPR yang sebelumnya menyebut pimpinan Komisi I sebagai pimpinan sementara, hanya tersenyum dan tidak memberikan tanggapan lebih jauh. Forum yang semula tampak serius itu juga malah menjadi cair. Meski begitu, saat menyampaikan pertanyaan kepada menteri, Effendi tampak menohok. "Saya dengar akan ada reshuffle kabinet. Kalau boleh usul, Mensesneg (Yusril Ihza Mahendra) diganti saja oleh Anda, karena kita perlu figur di sekneg yang nonpartisan," ujarnya. "Pemicu dari stagnan semuanya ini, mungkin saya salah, tapi, menurut saya, ini gara-gara saudara Yusril. Tolong pemikiran-pemikiran ini disampaikan ke presiden," lanjut Effendi.Mendapat pertanyaan ini, Sofyan Djalil tidak menjawab panjang lebar. "Masak kabinet baru dibentuk sudah direshuffle," kata Sofyan sambil tertawa. Pada kesempatan raker, Sofyan menyatakan kegembiraannya karena bisa hadir sebagai menteri pertama yang melakukan raker, khususnya dengan Komisi I DPR. "Sudah ada instruksi presiden tadi malam untuk menghadiri raker. Selama ini bila pihak pemerintah belum menghadiri raker DPR, bukan karena ada masalah antara pemerintah dengan DPR. Tapi, presiden ingin memberi kesempatan kepada DPR menyelesaikan masalah internalnya," jelasnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads