MRT Dikeluhkan Polisi, Dishub DKI akan Lakukan Koordinasi

MRT Dikeluhkan Polisi, Dishub DKI akan Lakukan Koordinasi

Nala Edwin - detikNews
Kamis, 24 Okt 2013 09:46 WIB
MRT Dikeluhkan Polisi, Dishub DKI akan Lakukan Koordinasi
Jakarta - Kepolisian mengeluhkan kurangnya koordinasi masalah pembangunan proyek MRT yang sudah mulai berjalan. Jalan rusak akibat proyek ini dikhawatirkan akan membuat Jakarta makin macet. Dinas Perhubungan DKI akan menemui kepolisian untuk membahas masalah kerusakan jalan itu.

"Ya nanti dikoordinasikan, hari Rabu sudah diprogramkan," kata Kadishub DKI Udar Pristono melalui pesan pendeknya kepada detikcom, Kamis (24/10/2013).

Dishub telah menyiapkan tiga langkah untuk mengatasi kemacetan akibat proyek senilai Rp 17 triliun tersebut. Langkah-langkah ini dinamakan Traffic Management During Construction (TMDC). Langkah pertama adalah dengan mempertahankan jumlah lebar jalan dan lajur jalan selama pembangunan MRT. Pristono mencontohkan jika pembangunan MRT ini menyita satu lajur di bagian kiri atau kanan jalan maka harus diganti. Caranya dengan melakukan pelebaran jalan di sekitar proyek itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya jalan lebarnya 22 meter nanti harus tetap 22 meter. Caranya dengan menggeser jalan ke kiri atau ke kanan. Jadi nanti lebarnya bisa tetap," kata Pristono kepada detikcom, Jumat (11/20/2013).

Langkah kedua menghindari kemacetan adalah dengan melakukan proses bongkar muatan konstruksi di proyek itu pada malam hari. Sehingga ruas jalan tidak tersita oleh truk-truk yang parkir. "Bongkar muatannya pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB jadi pagi harus beres," katanya.

Langkah ketiga yang dilakukan adalah dengan melakukan pendistribusian arus lalu lintas dengan cara menggunakan ruas jalan yang sejajar. Pristono mencontohkan pembangunan MRT di Jl Fatmawati maka arus lalu lintas akan diarahkan ke Jl Antasari atau ke Kemang. "Ini untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi pengerjaan tersebut," katanya.

Sebelumnya, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Dirlantas Polda Metro Jaya AKBP Irfan Prawira mengeluhkan masalah koordinasi masalah proyek tersebut. Menuturnya PT Jakarta MRT sebagai penanggung jawab juga dinilai kurang komunikatif karena tidak mengabari polisi mengenai ruas-ruas jalan yang terkena dampak akibat proyek tersebut.

"Akhirnya kami kirim surat ke MRT, saya sampaikan, kita tahu Anda calon pahlawan bangsa yang akan membuat Jakarta nggak macet. Tapi kalau pahlawan jangan adigung adiguna, belagu, sehingga kanan kiri nggak diperhatikan. Kalian calon pahlawan makin low profile makin bagus," ujar Irfan.

(nal/nwk)


Berita Terkait