Elite PD Bantah Terima SMS Arahan dari SBY Terkait Ormas Anas

Elite PD Bantah Terima SMS Arahan dari SBY Terkait Ormas Anas

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 24 Okt 2013 07:46 WIB
Elite PD Bantah Terima SMS Arahan dari SBY Terkait Ormas Anas
Jakarta - Loyalis Anas yang juga menjadi Jubir Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Ma'mun Murod Al-Barbasy membocorkan isi SMS dari Ketum Partai Demokrat (PD) SBY. Diketahui SMS yang berisi arahan terkait manuver loyalis Anas itu dikirimkan kepada para punggawa PD, namun baik Ketua Dewan Pembina EE Mangindaan maupun Ketua Harian Syarief Hasan membantah telah menerima SMS arahan tersebut.

"Itu nggak ada, nggak ada. Apalagi beliau (SBY) sama kita kan nggak mungkin (hanya) SMS," tandas Ketua Dewan Pembina PD EE Mangindaan di Hotel Intercontinental, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2013).

Menurutnya permasalahan antara PD dengan Ormas Anas tersebut telah usai dan tidak perlu dibesar-besarkan. Sementara itu Ketua Harian PD Syarief Hasan menyatakan bahwa SBY memang memberikan arahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arahan Pak SBY ya semua pihak yang menghalangi PD harus dihadapi, itu saja. Kalau soal SMS itu malah saya tidak tahu sama sekali, sepertinya tidak ada itu," ujarnya saat diwawancarai terpisah.

Punggawa PD yang dikatakan menerima SMS tersebut yakni Ketua Harian Syarief Hasan, Ketua Dewan Pembina EE Mangindaan, Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin, Direktur Eksekutif Toto Riyanto, Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, dan 5 wakil ketua umum PD. Adapun poin keempat dari sepuluh yang dibocorkan oleh Ma'mun adalah sebagai berikut:

Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi, pihak Anas terus-menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya untuk saya hadapi tindakan yang telah melampui batasnya itu. Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam & hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib & masa depan jutaan kader & anggota PD di seluruh Indonesia.

Sebelumnya Waketum PD Max Sopacua juga membantah telah menerima SMS arahan tersebut. Menurutnya isi yang dibocorkan oleh loyalis anas tersebut tidak benar.

(bag/jor)


Berita Terkait