Upacara pamitan ini dihadiri oleh keluarga mempelai wanita dan keluarga mempelai pria. Dalam upacara Pamitan pengantin ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan beberapa pesan dan nasihat kepada kedua mempelai sebagai bekal mereka untuk mengarungi kehidupan rumah tangga.
Dalam pesanya, Sultan menggaris bawahi pentingnya kedua pihak membangun komunikasi yang baik. Karena dalam berumah tangga, akan ditemui dinamika kehidupan suka dan duka. Disinilah pentingnya komunikasi untuk saling menhormati dan menghargai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anank-anakku, saya berharap agar kalian berdua bisa saling menghormati, membangun komunikasi yang baik dengan kejujuran dan ketulusan. Materi itu bisa dicari, tetapi yang jauh lebih penting adalah didalam rasa dan nurani sebagai yang utama,"kata Sultan dalam upacara pamitan di Gedung Jene, Keraton Yogyakarta.
Sultan berpesan keduanya untuk berbicara terus terang dan apa adanya. Orang tua tidak akan mencampuri apa yang menjadi tugas dalam kehidupan rumah tangga anaknya.
"Tetapi bukan berarti kalian tidak punya orang tua. Barangkali orang tua bisa memberikan petuah dalam membangun rumah tangga,"katanya.
Sultan juga menyerahkan sepenuhnya, kepada anaknya soal momongan. Apakah akan cepat-cepat atau menunda.
Upacara pamitan ini kemudian diakhiri dengan sungkeman. Sungkeman dilakukan oleh kedua mempelai kepada orang tua dan mertua.
Setelah semua rangkain pernikahan agung ini selesai, nantinya akan digelar "Ngunduh Mantu" ditempat mempelai laki-laki di Kudus Jawa Tengah, pada 26 Oktober.
Sultan mengatakan, jika tidak ada halangan pasti akan hadir dalam acara ngunduh mantu tersebut.
(jor/bag)











































