Antisipasi Penyakit Menular, Monyet Terjaring Razia Masuk Karantina

Antisipasi Penyakit Menular, Monyet Terjaring Razia Masuk Karantina

Rini Friastuti - detikNews
Rabu, 23 Okt 2013 18:43 WIB
Antisipasi Penyakit Menular, Monyet Terjaring Razia Masuk Karantina
Jakarta -

Sebanyak 10 ekor monyet yang terjaring razia pengamen topeng monyet, akan perihara di Kebun Binatang Ragunan. Namun sebelumnya mereka dikarantina di Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI) Jakarta untuk memulihkan kesehatan dan memastikan tidak membawa virus penyakit menular berbahaya.

"Sudah 10 ekor monyet yang kami tampung disini sejak 2 hari yang lalu, hingga tadi malam (22/10) hingga pukul 22.00 WIB masih ada yang mengantar kesini," ujar V Aswindrastuti, Kepala Seksi Pusat Kesehatan Hewan dan Ikan, di kantornya, Jalan RM Harsono No 28, Ragunan, Jaksel, Rabu (23/10/2013).

Sepuluh ekor monyet malang tersebut berumur antara 8 bulan hingga 4 tahun. Saat dibawa ke BKHI, hewan malang itu dalam keadaan stres, gemetar, menolak makanan dan minuman yang disodorkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi tetap kita kasih minum plus makanan yang berair, seperti pisang, pepaya," katanya.

Kondisi fisik 10 ekor monyet itu juga mengenaskan. Kebanyakan luka di leher akibat gesekan rantai dan infeksi gusi di bekas taringnya yang dicabut paksa.

"Tadi sudah ada pemeriksaan kesehatan, tapi belum kelihatan sakitnya, baru ambil sampel darah dan baru kita pasang chip. Kita obatin kasih obat cacing, tes TBC, sekitar seminggu lagi baru ada hasilnya," papar Aswindrastuti.

Sayang, ketika detikcom menyambangi BKHI, kesepuluh monyet tersebut sedang berada dalam ruang karantina. Manusia tidak diperbolehkan untuk melihat terlebih dahulu karena mereka harus diperiksa untuk mencegah adanya virus hepatitis dan TBC yang dapat menular.

"Seteleh pemeriksaan klinis dan lab, kita biarkan hingga normal. Lukanya diobatin, mungkin satu atau dua bulan sudah membaik. Setelah sehat, baru dibawa ke Ragunan (kebun binatang -red)," jelas dokter hewan ini.


(rii/lh)


Berita Terkait