Hampir seluruh permukaan Danau Sunter kini karena tertutupi hamparan eceng gondok. Ditambah dengan terjadinya pendangkalan, bila tidak segera dikeruk dan dibersihkan kondisi demikian sangat berpotensi menyebabkan banjir di kawasan Jakarta Utara.
Untungnya siang, Rabu (23/10/2013) ini ada empat excavator mengeruk lumpur sekaligus eceng gondok. Pekerjaan normalisasi ini diharapkan menjelang musim penghujan terhindar akan banjir.
Setiap harinya rata-rata lima hingga enam truk berhasil mengangkut enceng gondok dan lumpur yang dikeruk dari Danau Sunter. Diperkirakan pekerjaan normalisasi ini usai pada pertengahan November.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampaknya eceng gondok untuk waduk otomatis jadi jelek, sempit, nanti enceng gondok yang sudah mati turun jadi menimbulkan sedimentasi. Otomatis volume penampungan jadi berkurang," jelasnya.
Normalisasi ini pun mendapat sambutan positif dari warga Danau Sunter, Ahmad (31) menganggap dengan adanya pengerukan enceng gondok ini sangat meminimalisir terjadinya banjir sewaktu datang musim penghujan. Dan pemandangan air Danau Sunter yang sebelumnya tertutup eceng gondok nantinya dapat dinikmati kembali.
"Dengan adanya pengerukan enceng gondok ini jadi kita tidak khawatir nanti bakal terjadi banjir, misal tidak ada pengerukan sempat kawatir. Dan misalkan pengerukan telah selesai kita warga sekitar bisa menikmati pemandangan danau dan memancing dengan nyaman," ujar Ahmad.
(/)











































