Hal ini aneh mengingat menurut pengakuan sejumlah elite PD, SMS tersebut hanya dikirim SBY ke punggawa PD. SBY diketahui mengirimkan SMS ke jajaran pengurus inti PD. Mereka yang menerima SMS adalah Ketua Harian Syarief Hasan, Ketua Dewan Pembina EE Mangindaan, Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin, Direktur Eksekutif Toto Riyanto, Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, dan 5 wakil ketua umum PD.
Lalu dari mana loyalis Anas bisa mendapatkan SMS dari SBY? Terkait hal ini Jubir Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Ma'mun Murod Al-Barbasy yang membocorkan poin ke 4 isi SMS SBY tersebut mengaku mendapat dari salah seorang petinggi PD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas poin keempat SMS SBY yang dibocorkan oleh Ma'mun cukup krusial. Karena pada poin ini SBY menyampaikan kekecewaannya yang mendalam terhadap eks Ketum PD tersebut.
Dari 10 poin SMS SBY yang didapatnya, Ma'mun bahkan memposting satu poin dari SMS itu ke akun facebooknya. Berikut isi SMS SBY poin nomor 4:
Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi, pihak Anas terus-menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya untuk saya hadapi tindakan yang telah melampui batasnya itu. Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam & hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib & masa depan jutaan kader & anggota PD di seluruh Indonesia.
Lalu apa maksud pembocor SMS tersebut ke loyalis Anas? Sekadar iseng atau membawa kepentingan lain untuk menambah peluru serangan ormas besutan Anas itu ke PD dan SBY?
(/)











































