Sekap ABK dan Rampas Arloji, 7 Perompak di Perairan Muara Berau Dibekuk

Sekap ABK dan Rampas Arloji, 7 Perompak di Perairan Muara Berau Dibekuk

Robert - detikNews
Rabu, 23 Okt 2013 15:45 WIB
Samarinda -

Petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda,membekuk 7 perompak di perairan laut Muara Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), yang beraksi di tugboat KM Afra. Sebelum ditangkap, sempat diwarnai aksi saling kejar di atas tugboat.

Keterangan dihimpun detikcom, penangkapan ketujuh perompak itu dibekuk Selasa (22/10/2013) kemarin sekitar pukul 05.00 WITA. Ketujuh perompak awalnya mendatangi KM Afra dengan menggunakan kapal motor kecil jenis kelotok.

"Mereka naik ke atas tugboat melalui lobang jangkar. Mereka menemukan seorang ABK berinisial DR dan menyekapnya, mengikat dan mengambil jam tangannya," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda, AKP Suko Widodo, dalam keterangan resmi kepada wartawan, Selasa (23/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi terikat, DR masih sempat berteriak sehingga mengundang perhatian ABK lainnya di atas tugboat yang saat itu berjumlah lebih dari 20 orang.

"Teman-teman ABK lainnya mendatangi asal suara yang ternyata adalah DR. Para perompak sempat dikejar dan 4 diantaranya melompat ke kelotok dan kelotok itu terbalik," ujar Suko.

"Anggota saya yang kebetulan bertugas pengamanan tugboat, menghubungi ke Polsek. Dua speedboat dengan 10 orang anggota Polsek Pelabuhan berangkat ke lokasi," tambahnya.

Pengejaran berlanjut hingga akhirnya 8 orang perompak berhasil diamankan. Setelah dibawa ke Mapolsek Kawasan Pelabuhan dan menjalani pemeriksaan, 7 orang pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

"Satu orang lainnya tenyata hanya penjual rokok asongan di atas kelotok," sebut Suko.

Usah menjalani pemeriksaan, ketujuh tersangka kini ditahan di sel tahanan Mapolresta Samarinda. Petugas menyita arloji dan tali untuk mengikat ABK, DR. Sementara senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban, diduga dibuang ke tengah laut. Ketujuh orang tersebut dijerat dengan Pasal 365 KUHP.

"Pengakuannya baru pertama kali beraksi di tengah laut. Ketujuh orang itu ada yang tercatat sebagai warga Muara Badak, Samarinda Seberang dan Kampung Baru," tutup Suko.

(trw/trw)


Berita Terkait