Ayah: Muzakar Tukang Servis Elektronik, Tak Terlibat Narkoba

Misteri Mayat di Cawang

Ayah: Muzakar Tukang Servis Elektronik, Tak Terlibat Narkoba

Rivki - detikNews
Rabu, 23 Okt 2013 13:33 WIB
Jakarta - Pembunuh Muzakar Fajar Al Sidiq (24), pemuda yang tewas dengan luka tembak dan jenazahnya dibuang di depan Indomobil Cawang, masih diselidiki. Orang tua Muzakar, Lahyanto, mengatakan anaknya bekerja sebagai tukang servis elektronik dan tak terlibat narkoba.

"Kalau soal kerjaan, anak saya tukang servis elektronik panggilan," kata Lahyanto usai pemakaman Muzakar di TPU Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (23/10/2013).

Lahyanto mengatakan, terakhir bertemu Muzakar dua atau tiga minggu lalu. Anaknya tinggal di rumah neneknya di Berlan, Matraman, sedangkan dirinya tinggal di Jatinegara. Muzakar tidak pernah menceritakan pernah punya masalah kepada dirinya.

"Tidak pernah cerita apa-apa pada saya," katanya.

Saat ditanya apakah anaknya pernah terlibat kasus narkoba, Lahyanto membantahnya. "Tidak pernah, tidak pernah terlibat masalah seperti itu," katanya.

Lahyanto mengatakan, Muzakar menderita luka tembak di jempol kiri, betis kiri dan pinggul kiri. Selain itu juga ditemukan bekas ikatan. "Kita duga meninggal bukan karena ditembak tapi di dahi, di atas mata, hancur seperti dibenturkan di besi," katanya.

Jenazah Muzakar ditemukan di sebuah tanah kosong di depan Indomobil, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/10) kemarin. Muzakar diduga ditembak di tempat lain, lalu dibuang di lokasi tersebut.
Kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Polisi juga masih mencari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian pada jam-jam sebelum mayat tersebut ditemukan pada Selasa pagi.isteri Mayat di Cawang

Ayah: Muzakar Tukang Servis Elektronik, Tak Terlibat Narkoba

Pembunuh Muzakar Fajar Al Sidiq (24), pemuda yang tewas dengan luka tembak dan jenazahnya dibuang di depan Indomobil Cawang, masih diselidiki. Orang tua Muzakar, Lahyanto, mengatakan anaknya bekerja sebagai tukang servis elektronik dan tak terlibat narkoba.

"Kalau soal kerjaan, anak saya tukang servis elektronik panggilan," kata Lahyanto usai pemakaman Muzakar di TPU Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (23/10/2013).

Lahyanto mengatakan, terakhir bertemu Muzakar dua atau tiga minggu lalu. Anaknya tinggal di rumah neneknya di Berlan, Matraman, sedangkan dirinya tinggal di Jatinegara. Muzakar tidak pernah menceritakan pernah punya masalah kepada dirinya.

"Tidak pernah cerita apa-apa pada saya," katanya.

Saat ditanya apakah anaknya pernah terlibat kasus narkoba, Lahyanto membantahnya. "Tidak pernah, tidak pernah terlibat masalah seperti itu," katanya.

Lahyanto mengatakan, Muzakar menderita luka tembak di jempol kiri, betis kiri dan pinggul kiri. Selain itu juga ditemukan bekas ikatan. "Kita duga meninggal bukan karena ditembak tapi di dahi, di atas mata, hancur seperti dibenturkan di besi," katanya.

Jenazah Muzakar ditemukan di sebuah tanah kosong di depan Indomobil, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/10) kemarin. Muzakar diduga ditembak di tempat lain, lalu dibuang di lokasi tersebut.
Kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Polisi juga masih mencari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian pada jam-jam sebelum mayat tersebut ditemukan pada Selasa pagi.
(nal/nrl)


Berita Terkait