Nurhayati bersuara keras merespons kicauan Anas yang menyepelekan kepemimpinan SBY sebagai Ketua Umum PD. Dalam kicauannya di jejaring sosial twitter, Anas menyinggung 'angka bicara' dan menggambarkan elektabilitas PD yang tak kunjung naik menjelang Pemilu 2014.
"Naik turun itu kan biasa, zaman Anas (ketua umum PD) juga turun," timpal Nurhayati, Senin (21/10) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita sudah secara resmi mengirim teguran keras kepada Pak Ruhut yang mana sesuai tatib fraksi mengefektifkan kinerja anggotanya," kata Nurhayati yang juga ketua FPD DPR saat merespons keras Ruhut yang menuntut Anas yang kala itu belum tersangka kasus Hambalang untuk mundur, pada Selasa (26/6) lalu.
Melalui teguran itu, Nurhayati meminta Ruhut tak lagi meminta Anas mundur. Ruhut diminta menghormati proses hukum. Kala itu, Nurhayati bahkan harus terlibat kisruh dengan Ruhut yang sampai menyebutnya nenek lampir. Ruhut bahkan menantang Nurhayati untuk memecatnya dari DPR. Tapi pemecatan itu tak pernah terjadi.
Siapa sangka, sekarang dugaan Ruhut benar, Anas sudah jadi tersangka KPK terkait kasus Hambalang. Setelah jadi tersangaka, Anas pun berhenti dari posisi Ketum PD. Melalui KLB, SBY yang jadi Ketum PD kemudian menunjuk Nurhayati menjadi salah satu Waketum PD. Kini Nurhayati pun menegaskan posisi loyalitasnya kepada PD.
"Sebagaimana dikatakan Gede Pasek sebagai Sekjen PPI, tujuan PPI untuk sosial budaya. Sosial budaya kan bagus. Dan kalau kemudian nabrak-nabrak PD, apalagi Pak SBY, itu saya bilang kalau sudah tak sesuai dengan tujuannya, bubar saja," kata Nurhayati menegaskan sikapnya menyarankan ormas besutan Anas, PPI, dibubarkan karena mengusik PD dan SBY.
(van/nrl)











































