Nurhayati Dulu Membela Anas, Kini Melawan

Anas vs Nurhayati

Nurhayati Dulu Membela Anas, Kini Melawan

- detikNews
Rabu, 23 Okt 2013 12:17 WIB
Nurhayati Dulu Membela Anas, Kini Melawan
Jakarta - Waktum PD Nurhayati Alie Assegaf terlibat 'adu mulut' dengan eks Ketum Anas Urbaningrum. Dunia politik memang sangat dinamis, dulu Anas disayang, kini Anas dilawan.

Nurhayati bersuara keras merespons kicauan Anas yang menyepelekan kepemimpinan SBY sebagai Ketua Umum PD. Dalam kicauannya di jejaring sosial twitter, Anas menyinggung 'angka bicara' dan menggambarkan elektabilitas PD yang tak kunjung naik menjelang Pemilu 2014.

"Naik turun itu kan biasa, zaman Anas (ketua umum PD) juga turun," timpal Nurhayati, Senin (21/10) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurhayati memang bukan rombongan loyalis Anas di PD. Namun saat Anas masih menjabat Ketua Umum PD, Nurhayati begitu setia membela Anas. Kala Ruhut Sitompul menuntut Anas yang diseret Nazaruddin agar mundur dari jabatan Ketum PD, Nurhayati membela. Kala itu, Ibu Nur sudah berada di posisi Ketua FPD DPR.

"Jadi kita sudah secara resmi mengirim teguran keras kepada Pak Ruhut yang mana sesuai tatib fraksi mengefektifkan kinerja anggotanya," kata Nurhayati yang juga ketua FPD DPR saat merespons keras Ruhut yang menuntut Anas yang kala itu belum tersangka kasus Hambalang untuk mundur, pada Selasa (26/6) lalu.

Melalui teguran itu, Nurhayati meminta Ruhut tak lagi meminta Anas mundur. Ruhut diminta menghormati proses hukum. Kala itu, Nurhayati bahkan harus terlibat kisruh dengan Ruhut yang sampai menyebutnya nenek lampir. Ruhut bahkan menantang Nurhayati untuk memecatnya dari DPR. Tapi pemecatan itu tak pernah terjadi.

Siapa sangka, sekarang dugaan Ruhut benar, Anas sudah jadi tersangka KPK terkait kasus Hambalang. Setelah jadi tersangaka, Anas pun berhenti dari posisi Ketum PD. Melalui KLB, SBY yang jadi Ketum PD kemudian menunjuk Nurhayati menjadi salah satu Waketum PD. Kini Nurhayati pun menegaskan posisi loyalitasnya kepada PD.

"Sebagaimana dikatakan Gede Pasek sebagai Sekjen PPI, tujuan PPI untuk sosial budaya. Sosial budaya kan bagus. Dan kalau kemudian nabrak-nabrak PD, apalagi Pak SBY, itu saya bilang kalau sudah tak sesuai dengan tujuannya, bubar saja," kata Nurhayati menegaskan sikapnya menyarankan ormas besutan Anas, PPI, dibubarkan karena mengusik PD dan SBY.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads