"Paling lambat dua minggu karena ini terkait tahapan," kata Ketua Bawaslu Muhammad di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (23/10/2013).
Muhammad menegaskan penundaan ini adalah keputusan rapat Komisi II DPR dengan KPU dan Bawaslu, semalam (22/10). Problem data bermasalah menjadi alasan penundaan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPU menyatakan DPT terkahir sebanyak 186.127.400 orang. Namun masih ada data yang belum masuk, yaitu dari 11 kota dan kabupaten di Provinsi Papua Barat, dan satu kabupaten di Papua, yaitu kabupaten Nduga. Namun Komisioner KPU Sigit Pamungkas menyatakan sebagian besar sudah dihitung secara manual meski belum dimasukkan Sistem Data Pemilih.
Namun Bawaslu menyatakan ada 11, 130 juta pemilih yang bermasalah. "Ada pemilih ganda juga kita temukan. Masih banyak yang ganda. Ini problem yang sangat berbahaya. Kalau data ganda dibiarin, peluang adanya pemilih fiktif akan sangat besar dan itu bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu," tutur Muhammad.
(/)










































