Aa Gym di DPR: Syukurlah, Sekarang Sudah Akur

Aa Gym di DPR: Syukurlah, Sekarang Sudah Akur

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2004 14:57 WIB
Jakarta - Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym menyambut gembira sudah akurnya dua kubu anggota DPR, Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan. Aa Gym berharap kondisi seperti ini terus diperbaiki. "Syukurlah sekarang sudah akur. Kita boleh kecewa, tapi posisi kita harus bantu supaya keadaan lebih baik," kata Aa Gym saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X di ruang gedung Nusantara I, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/11/2004). Komentar Aa Gym itu hanya membuat para anggota DPR hanya terdiam dan tersenyum. Saat memenuhi undangan Komisi X ini, Aa Gym tidak mengenakan sorban. Pimpinan Pondok Pesantren Darut Tauhid ini mengenakan kemeja warna biru bermotif batik tanpa penutup kepala. Aa Gym dipanggil Komisi X sebagai praktisi pendidikan yang bergelut juga dengan kepemudaan. Dia banyak memaparkan mengenai program-program yang mendukung pemberdayaan pemuda. Salah satunya, seharusnya dunia pendidikan di Indonesia juga menitikberatkan dalam membangun jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan. "Dengan entrepreneurship dan leadership ini, akan mampu memacu kreativitas pemuda, sehingga membentuk karakter yang lebih baik," kata dia.Paradigma Pendidikan Keliru Selain mengundang Aa Gym, Komisi X juga mengundang psikolog Dr Sarlito Wirawan. Sarlito mengungkapkan pandangannya, bahwa saat ini telah terjadi paradigma pendidikan yang keliru. Menurut dia, sistem pendidikan di Indonesia masih lebih berorientasikan kepada orang tua, dan bukan kepada anaknya. "Ini membuat anak mempunyai kesempatan yang sedikit untuk mengembangkan dirinya," ujarnya.Hal lain, kata dia, pendidikan di Indonesia juga terlalu berorientasi kepada kecerdasan. "Orientasinya terlalu pada kecerdasan, khususnya kepada matematika dan IPA. Seperti pandangan orang tua yang menganggap anaknya lebih cerdas bila anaknya ahli di bidang IPA daripada bidang sosial," ungkapnya. Rapat dengar pendapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X Anwar Arifin. Hal agak lucu, sempat terjadi. Anwar sempat salah mengucapkan Komisi X dengan Komisi VI. Saat DPR periode 1999-2004, Anwar juga menjadi pimpinan Komisi VI DPR. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads