Sosok 'Heroik' yang Merusak Skenario Pembunuhan Holy

Tragedi Berdarah di Kalibata City

Sosok 'Heroik' yang Merusak Skenario Pembunuhan Holy

Rachmadin Ismail - detikNews
Rabu, 23 Okt 2013 11:34 WIB
Sosok Heroik yang Merusak Skenario Pembunuhan Holy
Jakarta -

Lima tersangka eksekutor Holy Angela (37) sudah merencanakan skenario matang. Mereka juga sudah mengintai korban sejak beberapa bulan terakhir. Namun, semua tak berjalan sempurna karena ada sosok-sosok ini. Siapa saja mereka?

Yang pertama adalah saksi berbaju hitam. Menurut polisi, dia adalah orang yang pertama kali turun ke lobi dan melapor ke satpam soal suara teriakan di unit 09AT milik Holy.

Dalam rekaman CCTV yang diperoleh detikcom, Rabu (23/10/2013), dia turun dari lift sekitar pukul 22.39 WIB pada 30 September lalu. Dia langsung melapor pada petugas keamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, sosok heroik berikutnya tentu saja dua petugas keamanan yang langsung bergerak menuju apartemen Holy setelah mendapat laporan dari saksi tadi. Mereka adalah Fachrul dan Rozak, yang terekam CCTV naik lift sekitar pukul 22.39 WIB.

Menurut polisi, dua satpam ini berinisiatif mendobrak kamar dan menemukan Holy dalam kondisi kritis setelah dipukul besi sepanjang 50 cm oleh tersangka Rusky dan Elriski Yudhistira. Karena kedatangan mereka juga, Elriski dan Rusky panik dan kabur lewat balkon belakang menuju unit sebelah Holy.

Belakangan, Elriski jatuh saat berusaha menyeberang balkon. Pria bertubuh gemuk itu tewas di sekitar taman tower Ebony. Sementara Rusky bisa melarikan diri.

Rencana mereka untuk menyembunyikan jenazah Holy dalam 'peti mati' berupa tempat gitar pun gagal. Kopi bubuk dan peralatan yang disiapkan untuk kamuflase akhirnya tak digunakan. Skenario pembunuhan ini gagal total.

Selain tiga nama di atas, sosok lain yang dianggap membantu merusak rencana para pembunuh adalah ibu asuh Holy, Ani. Dia yang memberi kabar pada adik angkat Holy, Indra, di apartemen soal dugaan penganiayaan. Kebetulan, saat Holy disergap para eksekutor, Ani sedang berkomunikasi dengan Holy via telepon.

Setelah itu, Indra langsung mendobrak pintu apartemen bersama satpam. Mereka langsung mengangkat Holly dan membawa dengan taksi ke RS Tria Dipa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

(mad/nrl)


Berita Terkait