Rusaknya Hutan Penyebab Utama Konflik Gajah dengan Manusia

Rusaknya Hutan Penyebab Utama Konflik Gajah dengan Manusia

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2004 14:51 WIB
Pekanbaru - Konflik gajah dengan manusia di Kabupaten Rokan Hulu yang menyebabkan sejumlah gajah diracun, lebih karena disebabkan habitat gajah telah terusik. Hutan alam di kawasan itu beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit serta perkampungan masyarakat. Direktur LSM lingkungan, Tropika, Harijal Jalil mengungkapkan hal itu kepada detikcom di Hotel Aryaduta, di Pekanbaru, Rabu (10/11/2004). Setelah pihaknya terjun ke lokasi tempat kematian gajah tersebut, ternyata jumlah gajah yang tewas bertambah satu ekor. Sehingga gajah yang tewas dalam satu tempat menjadi 7 ekor."Ini sebuah angka yang cukup besar, dalam satu kawasan terdapat 7 ekor gajah yang mati. Kematian gajah itu karena adanya konflik dengan manusia," kata Harijal.Menurut Harijal, dalam sebulan terakhir masyarakat di Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu merasa terganggu dengan masuknya gajah-gajah liar ke perkampungan masyarakat. Hampir saban hari minimal 40 ekor gajah liar melintas di perkampungan serta merusak perkebunan kepala sawit milik masyarakat.Berawal dari sanalah, lanjutnya, masyarakat mulai resah karena perkebunan mereka rusak diinjak-injak gajah. Kondisi ini pun sebenarnya sudah diberitahukan pihak Tropika dan masyarakat kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau."Sebulan yang lalu kita sudah laporkan secara resmi ke BKSDA agar mereka dapat merelokasi gajah-gajah tersebut. Sebab aktivitas masyarakat mulai terganggu dengan masuknya puluhan gajah liar ke perkempungan. Tapi surat kita itu tidak mereka gubris," kata Harijal.Karena gajah-gajah liar itu terus masuk ke perkampungan, sehingga masyarakat dengan sengaja menabur racun yang dimasukkan dalam batangan sabun. Batangan sabun yang di dalamnya terdapat racun tikus itu sengaja ditabur ke seluruh perkebunan kelapa sawit milik masyarakat."Racun yang mereka tabur itu ternyata behasil membunuh 7 ekor gajah. Pemerintah setempat seharusnya sigap melihat kondisi masyarakat yang diserang gajah. Tapi, keluhan masyarakat itu tidak pernah ditindaklanjuti," kata Harijal.Konflik gajah dengan manusia di daerah tersebut merupakan imbas dari lahan hutan alam yang terus menerus dikonversi masyarakat atau perusahaan menjadi perkebunan kelapa sawit. Dengan demikian, habitat gajah sejak 5 tahun terakhir di Rokan Hulu telah terusik, kawasan jelajah gajah sudah menjadi kawasan perkampungan dan perkebunan."Itu sebabnya gajah-gajah liar itu masuk ke perkebunan atau perkampungan masyarakat. Sebab jalan gajah itu telah beralih fungsi menjadi perkebuan dan perkampungan. Sebenarnya gajah tidak akan mau masuk perkempungan kalau habitat mereka tidak terganggu,"kata Harijal. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini