"Kritik boleh, tapi jangan berlebihan. Kritik itu hanya untuk keseimbangan," kata Mubarok saat dihubungi, Rabu (23/10/2013).
Mubarok menyebut, kritik bermanfaat bagi pejabat publik untuk dapat mengoreksi program kebijakannya. "Kalau dipuji terus nanti terbuai. Di erademokrasi, mengapa Jokowi nggak boleh dikritik?," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara pribadi Mubarok mengapresiasi kinerja dan gaya kepemimpinan Jokowi. "Dia orangnya humble, kerjanya cukup bagus," tuturnya.
(fdn/van)











































