"Kami apresiasi langkah pemerintah yang mulai memperhatikan isu lingkungan satwa, dengan membersihkan topeng monyet di Jakarta," ujar Koordinator JAAN Indonesia, Pramudya saat berbincang-bincang, Rabu (23/10/2013).
Pramudya juga meminta program atau wacana Jakarta Bebas Monyet tidak hanya terhenti dalam satu langkah saja. Melainkan sampai dengan akar permasalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan riset yang dilakukannya di Jakarta, bisnis permainan topeng monyet terkordinir. Bahkan setiap satu kordinator memiliki puluhan primata tersebut.
"Oleh pemilik monyet, monyet tersebut akan disewakan ke orang lain untuk menjadikan pekerjaaan, bahkan satu kordinator bisa memiliki 20 sampai 30 monyet," tuturnya.
Pram mengatakan, oleh karena itu pemerintah harus tidak berhenti pada pawang monyet yang perorangan. Tapi juga harus menyentuh kepada bos-bos atau koordiantornya.
"Jadi jangan sampai orang kecil saja, akan tetapi pemiliki bahkan bos-bos atau kordinator pawang tompeng monyet harus diberantas," tandasnya.
(edo/rmd)










































