Stasiun Gambir Berangkatkan 18 dari 51 KA pada H-4
Rabu, 10 Nov 2004 11:28 WIB
Jakarta - Dari 51 kereta yang dipersiapkan, hanya 18 kereta yang dipastikan berangkat dari Stasiun Kereta Api (KA) Gambir Jakarta pada H-4, dengan jurusan Cirebon, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.Menurut data dari Posko Informasi Stasiun Gambir pada Rabu (10/11/2004), ada 6 dari 18 kereta yang masih tersisa beberapa kursinya.Antara lain KA Argo Murya 2 jurusan Semarang yang berangkat pukul 07.15 WIB, tersisa 17 kursi. Lalu KA Kamandanu jurusan Semarang yang berangkat pukul 08.35 WIB, tersisa 10 kursi. Kemudian KA Kamandanu jurusan Semarang yang berangkat pukul 11.00 WIB, tersisa 221 kursi.Berikutnya KA Argo Lawu jurusan Solo yang berangkat pukul 18.45 WIB, tersisa 10 kursi, Lalu KA Cirebon Express jurusan Cirebon yang berangkat pukul 18.45 WIB, tersisa 108 kursi. Selanjutnya KA Taksana 2 jurusan Yogyakarta yang berangkat pukul 20.15 WIB, tersisa 22 kursi.Sedangkan 12 kereta lainnya berangkat dengan kursi penuh penumpang. Hingga pukul 11.15 WIB, tidak tampak antrean panjang di loket pembelian tiket Stasiun Gambir."Kebanyakan para penumpang telah memesan tiket sejak tiga minggu sebelumnya, sehingga hari ini tidak terlihat ada antrean, dan untuk beberapa kereta sudah tidak tersedia lagi kursi," kata Kepala Humas PT KA Daops I Jakarta Ahmad Sujadi.Seorang penumpang jurusan Cirebon bernama Eka mengaku telah membeli tiket seminggu sebelumnya. "Kalau tidak, bisa-bisa tidak kedapatan tiket. Jadi hari ini tinggal berangkat," ujarnya.Menurut data, tiket keberangkatan hingga 14 November 2004 telah habis terjual. Sedangkan tiket keberangkatan pada 15-25 November 2004 masih tersedia banyak.Meski demikian, arus mudik Lebaran pada H-5 kemarin di Stasiun Gambir mengalami penurunan jumlah penumpang. Pada H-5 tahun 2003 tercatat ada 40.130 penumpang, sedangkan tahun 2004 ini hanya 30.278 penumpang."Hal tersebut disebabkan para pegawai yang bekerja belum mendapat libur. Ada juga anggapan di masyarakat Jawa kalau hari Selasa merupakan hari berpantangan untuk bepergian," urai Sujadi.Dia menampik anggapan menurunnya jumlah penumpang kereta disebabkan murahnya harga tiket pesawat. "Tidak juga. Sebab jumlah pembelian tiket pesawat juga mengalami penurunan," demikian Ahmad Sujadi.
(sss/)











































