Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan, sebelum pergi, Dul meminta izin kepada ayahnya Ahmad Dhani.
"Dia telpon Ahmad Dhani mengatakan ingin main ke tempat temannya di Pondok Indah, tetapi tidak dijawab (oleh Ahmad Dhani)," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluar menemui temannya Maharani Diva di Pondok Indah Mal, dia sopiri sendiri karena sopir yang biasa temani dia kemana-mana hari itu tidak masuk," imbuh Rikwanto.
Berikut urutan kegiatan Dul pada Sabtu (7/9) hingga terjadinya kecelakaan pada Minggu (8/9) dini hari:
Sabtu 7 September
Pukul 13.00 WIB
AQJ telpon Ahmad Dhani mengatakan ingin main ke tempat temannya di Pondok Indah. Tetapi tidak dijawab oleh Ahmad Dhani.
Sesampainya di PIM dan bertemu Maharani, Dul dan Maharani menjemput Noval di rumahnya di Ragunan. Mereka bertiga kemudian menuju ke Pondok Labu bertemu dengan pacar Dul, Fajrina Khairina.
Pukul 17.30 WIB
Dul, Fajrina, Noval dan Maharani, ke Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Di sana mereka makan malam dan main-main di mal hingga pukul 21.30 WIB.
Pukul 21.30 WIB
Setelah selesai makan, mereka kemudian berniat pulang ke rumah masing-masing. Saat itu, Maharani dijemput keluarganya di Grand Indonesia. Sementara Dul dan Noval menunggui Fajrina yang sedang menunggu taksi untuk pulang ke rumahnya di Cibubur.
Pukul 22.00 WIB.
Setelah setengah jam menunggu, Fajrina tidak mendapatkan taksi. Dul pun memutuskan untuk mengantar Fajrina ke rumah ibunya di Cibubur. Dul, Fajrina dan Noval berangkat ke Cibubur dalam satu mobil.
Minggu 8 September
Pukul 00.00 WIB
Dul, Noval dan Fajrina tiba di rumah Fajrina. Dul dan Noval kemudian langsung pergi meninggalkan Fajrina. Dul masih menyetir mobilnya ketika hendak kembali pulang ke rumahnya setelah mengantarkan Fajrina. Dul kemudian masuk ke Tol Cibubur menuju ke Jakarta. Saat memasuki pintu tol, Dul merasa lelah dan mulai blank.
Noval meminta Dul untuk berhati-hati karena ada mobil di depannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan ahli Mitsubishi, kecepatan mobil Lancer yang dikemudikan Dul 2 detik sebelum kecelakaan adalah 176 Km/Jam.
Mendengar peringatan Noval itu, Dul kemudian membanting setir ke kanan hingga kehilangan kendali dan menabrak guard rail tol. Mobil Dul kemudian masuk ke jalur yang berlawanan yakni ke arah Bogor. Selanjutnya mobil Dul menabrak mobil minibus Daihatsu Grand Max yang mengarah ke Bogor. Mobil tersebut ditumpangi oleh 13 orang, termasuk sopir. Mobil Dul juga sempat menabrak mobil Toyota Avanza yang ditumpangi 2 orang.
Akibat kecelakaan itu, total 7 orang meninggal dunia, sementara 8 orang lainnya termasuk Dul dan Noval mengalami luka serius.
(mei/lh)











































