Lebih dari 4 ribu relawan yang terdiri dari warga dan petugas TNI/Polri akan menjadi pagar betis saat kirab pengantin GKR Hayu dan KPH Notonegoro, Rabu (23/10/2013) besok. Kirab menuju tempat resepsi di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, akan digelar pukul 10.00 WIB.
"Total dari relawan berbagai organisasi ada 2 ribu orang ditambah personil TNI/Polri juga lebih dari 2 ribu petugas. Total sekitar 4.400-an orang," kata Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto, kepada wartawan di sela-sela persiapan Pesta Rakyat Mangayubagyo Dhaup Ageng GKR Hayu - KPH Notonegoro, di Plaza Serangan Oemoem 1 Maret, Selasa (22/10/2013).
Menurut dia, ribuan relawan dan petugas tersebut aakan membentuk pagar betis pengamanan di sepanjang rute kirab mulai dari Alun Alun Utara Yogyakarta hingga Kepatihan. Adanya pagar betis itu dibentuk agar penonton tidak masuk mendesak ke tengah jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, para petugas akan mulai bersiap sejak pukul 06.30 WIB sesuai arahan tugas saat geladi resik pada hari Sabtu (19/10/2013) kemarin. Barisan pagar betis itu akan bergandengan satu sama lain dari Pagelaran Alun Alun Utara hingga Kepatihan.
"Kami berharap warga tertib tidak masuk ke tengah atau menutup jalan sehingga akses jadi sulit," katanya.
Saat kirab 12 kereta kraton itu akan ditarik 68 ekor kuda. Pengantin akan menaiki kereta Kanjeng Kyai Jong Wiyat. Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama GKR Hemas menaiki Kanjeng Kyai Wimono Putro. Sedangkan Paku Alam IX akan menaiki kereta Kanjeng Kyai Mandro Juwolo. Kereta-kereta lainnya akan dinaiki utusan dalem, besan, penari dan lain-lain.
(bgk/trw)











































