Pasek: Ormas Anas dan Partai Demokrat Lagi Kangen-kangenan

Pasek: Ormas Anas dan Partai Demokrat Lagi Kangen-kangenan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 22 Okt 2013 13:28 WIB
Pasek: Ormas Anas dan Partai Demokrat Lagi Kangen-kangenan
Jakarta - Pernyataan M. Rahmad yang menjadi moderator dalam diskusi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mendapat kecaman keras dari sejumlah pimpinan Partai Demokrat. Waketum PD Nurhayati Ali Assegaf menyatakan untuk membubarkan PPI karena dianggap keras terhadap pemerintah dan PD.

"Ini kan sebenernya cuma kangen-kangenan aja kan Demokrat sama PPI. Jadi harus dikonstruksikan lebih konstruktif dan tidak destruktif. Saya sudah lihat di youtube, saya justru penasaran siapa yang membangun cipta kondisi sehingga muncul isu penculikan, penyekapan," tutur Politisi PD Gede Pasek Suardika di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2013).

Pasek yang juga menghadiri deklarasi PPI ini meminta agar baik PD maupun PPI bersikap tenang dalam menyikapi masalah. Ranah PPI dan PD berbeda, yang satu merupakan ormas dan lainnya adalah partai politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai sesuatu yang tidak perlu dibenturkan menjadi dibenturkan menjadi terbenturkan, mubazir. Saya melihat ini sebuah fenomena yang tidak diperlukan baik oleh PPI maupun Demokrat," imbuhnya.

Pasek pun menepis anggapan bahwa isu ini dimunculkan untuk menaikan popularitas PPI. Menurutnya isu ini justru tidak dibesarkan oleh PPI.

"Kalau soal Bu Nurhayati bilang bubarkan, kalu menurut saya sih sebaiknya biarlah alam dan sejarah yang menyatakan itu. Saya sendiri belum dengar langsung kok pernyataan Bu Nurhayati itu," ujarnya.

PPI dan PD memanas sejak M. Rahmad menyatakan eks. Ketum PD Prof. Subur Budhisantoso dijemput oleh BIN. Saat itu (18/10) M. Rahmad menjadi moderator dalam diskusi PPI.

(bag/van)


Berita Terkait