Agustus silam Sudan dilanda banjir besar. Banyak bangunan yang runtuh akibat diterjang banjir. Duta Besar RI untuk Sudan, DR Sujatmiko mengusulkan kepada Menko Kesra, Agung Laksono, agar Indonesia membantu tahap rekontruksi dengan membangun gedung sekolah.
"Sudan sudah menyumbang waktu tsunami, sekarang gantian membantu. Saya sarankan jika ada uang, untuk mendirikan SD yang memiliki nilai Indonesia," kata Sujatmiko di kantor Menko Kesra, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2013).
Menurut Sujatmiko, pembangunan ini menjadi diplomasi sosial negara Indonesia karena keterikatan sejarah saat negara Sudan baru terbentuk. Diplomasi sosial ini diharapkan dapat membuka jalur ekonomi di negara Sudan yang menurut Sujatmiko sudah mulai lelah dengan gempuran produk Cina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 800 warga negara Indonesia saat ini berada di wilayah Sudan. Sebanyak 250 diantaranya adalah siswa dari berbagai pondok pesantren di Indonesia yang menerima beasiswa belajar di negara tersebut. Sujatmiko memastikan kondisi mereka baik-baik saja.
"WNI kita baik-baik saja," pungkasnya.
Deputi I Kemenko Kesra, Willem Rampangilei mengatakan oleh Menko Kesra, Agung Laksono akan melakukan pertemuan dengan Kepala BNPB, Syamsul Ma'arif terkait pemberian bantuan pemerintah di Sudan. Selanjutnya Agung akan melayangkan surat pada presiden terkait permintaan tersebut.
"Pemerintah sangat menyambut baik memberikan bantuan. Beliau akan mempertimbangkan dengan Kepala BNPB. Juga akan bersurat kepada presiden untuk pertemuan membahas hal ini," kata Willem.
(mnb/lh)










































