"Insya Allah pada tahap kedua, paling lambat 1 Januari 2019, seluruh rakyat Indonesia menjadi peserta BPJS kesehatan," harap Presiden SBY dalam pencanangan Gerakan Nasional Sadar Jaminan Kesehatan di Stukpa Lemdikpol, Sukabumi Jawa Barat, Senin (21/10/2013).
SBY juga meminta agar presiden mendatang bisa mewujudkan harapan dia. Menurutnya, dengan melakukan reformasi kesehatan maka paradigma orang ke rumah sakit akan berubah. Jika dulu orang ke rumah sakit untuk berobat maka nanti orang ke rumah sakit untuk merawat kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahun depan tepatnya di akhir masa jabatan SBY, dia berharap ada 140 juta warga yang mendapatkan BPJS. 140 juta peserta antara lain 86,4 juta jiwa kepesertaan Jamkesmas untuk masyarakat miskin, 11 juta jiwa untuk jaminan kesehatan masyarakat daerah, 16 juta peserta Askes, 7 juta peserta Jamsostek, dan 1,2 juta dari unsur TNI dan Polri.
"Dari laporan yang saya terima, mulai 1 Januari 2014 mendatang, pada tahap awal kita akan memberikan pelayanan kesehatan bagi 140 juta peserta. Ini kalau misalkan penduduk Singapura berapa kali lipatnya. Dengan penduduk Malaysia juga berapa kali lipatnya," paparnya.
(rvk/lh)











































