"Tanggal 3 November nanti akan terjadi rush yang luar biasa di perwakilan kita di Arab Saudi. Pertama, untuk yang akan pulang dan kedua untuk yang ingin memperbaiki statusnya agar tetap bisa tinggal di sana," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Wardana kepada wartawan di Jakarta Pusat, Senin (21/10/2013).
Loket yang buka hampir sepanjang hari itu, maka makin banyak WNI overstayer bisa dilayani. Bukan cuma itu langkah mencegah terulangnya kerusuhan di KJRI Jedah pada 9 Juni 2013 yang lalu itu.
"KJRI menurunkan sekitar 60 staf dan dari Kemlu ada 18 orang dan akan ditambah lagi," jelasnya.
Tak hanya itu, Wardana mengatakan bahwa jam kerja para petugas KJRI juga telah diperpanjang. Loket pendaftaran dibuka pada pukul 05.00 pagi hingga 05.00 sore waktu Arab Saudi.
"Lalu pukul 05.00 sore sampai 3 pagi waktu Arab Saudi dibuka untuk penyeleaian administrasi dan penyerahan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor)," tuturnya.
Tak hanya itu, Kemenlu RI juga akan mengirimkan tim tenaga keimigrasian, perbantuan teknis termasuk anggota Polri untuk mengamankan KJRI selama menjelang batas waktu akhir amnesti hingga seminggu sesudahnya.
Untuk penerbitan paspor baru dan legalisasi kontrak kerja ini, biaya yang dikenakan adalan SR 65.
(/lh)











































