Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf menyebut 1.000 rumah terbakar saat terjadi kebakaran pada 1 Oktober di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun Dinas Pemadam Kebakaran membantah data itu dan mengaku hanya menyebut perkiraan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mengalami musibah.
"Perkiraan jumlah KK yang mengalami musibah sebanyak 2.000 atau sekitar 4.500 jiwa. Kalau hitungan rumah tidak sampai (dihitung)," ujar Kepala Seksi Operasional Damkar Jakarta Utara, Nurdin Silalahi kepada detikcom, Senin (21/10/2013).
Menurut Nurdin, kondisi bangunan yang didirikan di wilayah yang terbakar itu merupakan bangunan semi permanen dan bangunan liar yang berdiri di atas empang-empang. Bangunan itu berdiri di atas tanah Summerecon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin juga menilai satu pintu dihuni sampai 2 hingga 3 KK. Bangunan itu juga didirikan meninggi dan seringkali berdempetan satu sama lain.
"Rumahnya nggak jelas. Sulit dihitung karena tidak tertata. Kalau tertata kita pasti keluarkan data," ucapnya.
Nurhayati yang mengaku aktif dalam Jakarta International Association for Volunteer Effort, dan ketua nasional relawan sedunia 2011 ini menyebut kebakaran 1.000 rumah tidak terjadi dalam setahun kepemimpinan Jokowi namun terjadi pada satu kali kebakaran.
"Saya ingin jelaskan itu bukan pernyataan, tapi saya jawab pertanyaan wartawan, dan itu 1.000 rumah itu silakan dicek 1 Oktober, terjadi sekali di Kelapa Gading. Masa media nggak ada yang punya (beritanya)," ujarnya
Detikcom pernah memberitakan kejadian kebakaran di Kelapa Gading per tanggal 1 Oktober. Kejadian itu terjadi di RT 07 RW 13 Kelapa Gading. Ada 26 unit mobil pemadam yang dikerahkan ke lokasi.
"Laporannya 200 rumah yang terbakar dengan 150 KK," kata petugas jaga Sudin Pemadam Kebakaran Jakut, Udin saat dihubungi pukul 05.30 WIB, Selasa (1/10/2013).
(tfq/trw)










































