KPK Curigai Percakapan Luthfi dan Hilmi Usai Penangkapan Fathanah

Sidang Luthfi Hasan

KPK Curigai Percakapan Luthfi dan Hilmi Usai Penangkapan Fathanah

Moksa Hutasoit - detikNews
Senin, 21 Okt 2013 14:23 WIB
KPK Curigai Percakapan Luthfi dan Hilmi Usai Penangkapan Fathanah
Jakarta - Telepon eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terus dipantau KPK saat proses penangkapan Ahmad Fathanah. Ada salah satu komunikasi Luthfi sehari setelah Fathanah tertangkap yang dicurigai jaksa.

Percakapan yang dimaksud adalah antara Luthfi dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin. Awalnya jaksa yang dipimpin Muhibuddin hendak memutar rekaman itu. Namun akhirnya urung dilakukan.

Ketua Majelis Gusrizal meminta Hilmi menjelaskan dulu persoalannya sebelum jaksa mengurai transkrip penyadapan. Menurut Hilmi, saat sedang di klinik, dia sempat mendapat informasi kantor DPP PKS tengah dikepung polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi ada yang telepon saya, katanya 'Ustad, DPP dikepung polisi'. Yang saya tanyakan kepada saudara Luthfi, betul nggak DPP dikepung polisi. Tapi yang saya tanyakan, dikepung polisi tidak," papar Hilmi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (21/10/2013).

Luthfi berusaha menenangkan Hilmi dengan mengatakan kondisi DPP aman terkendali. Dua kali dalam kesempatan berbeda Hilmi menanyakan, dan Luthfi kembali menegaskan tidak ada apa-apa.

"Tidak ada apa-apa, saya sedang pimpin rapat. Itu biasa B to B, mungkin bussiness to bussiness," papar Hilmi menirukan ucapan Luthfi.

Namun rupanya Muhibuddin tidak puas dengan kesaksian Hilmi. Tim jaksa merasa, keterangan Hilmi belum bisa menjawab ribuan pertanyaan hasil sadapan mereka.

"Ada kalimat yang perlu kami klarifikasi pada saksi," kata Muhibuddin yang kemudian melanjutkan dengan membacakan transkrip penyadapan.

"Saya udah suruh bunda sih untuk suruh mantau," kata Muhibuddin menirukan ucapan Hilmi.

"Ya stad, jadi berita di Jakarta," jawab Luthfi saat itu.

Yang menjadi pertanyaan jaksa adalah ucapan Hilmi soal perintahnya kepada Bunda Putri untuk memantau. "Apa kaitannya menyuruh bunda untuk memantau?" tanya Muhibuddin.

Akhirnya baru terungkap, informasi soal 'pengepungan' DPP PKS itu didapatkan Hilmi dari Bunda Putri. Wanita bernama Non Saputri itu bahkan menelpon Hilmi hingga dua kali.

"Karena dia yang telepon saya, kasih tau DPP dikepung," tandas Hilmi.

(mok/mad)


Berita Terkait