Prosesi siraman baru berlangsung pukul 10.50 WIB atau tertunda 50 menit dari jadwal yang direncanakan. Acara siraman yang dilakukan di Keputren dilakukan secara tertutup. Siraman langsung dipimpin ibunda GKR Hemas dengan menyiramkan air tujuh sumber yang telah disiapkan.
Usai GKR Hemas dilanjutkan kakak sulung, GKR Pembayun. Setelah itu GBRAy Murdokusumo, BRAy Hadikusumo, BRAy Hadiwinotoo, BRAy Padmokusumo, dan Ny Penghulu Hj Kamaludiningrat.
Kemudian Ny Penghulu Kamaludiningrat memberikan air dari kendi untuk dibasuhkan dimuka. Tujuan agar calon pengantin memancarkan sinar atau cahaya kecantikannya muncul.
Usai siraman, calon pengantin putri duduk bangsal sekar kedaton. GKR Hayu akan dirias dan dikerik oleh perias Tinuk Rifky. Setelah siraman putri, GKR Hemas menuju Ksatriyan untuk memulai siraman bagi KPH Notonegoro.
(bgk/trw)











































