"Dulu waktu Pak Jusuf Kalla masuk, dibilang balas budi. Sekarang dibilang balas budi lagi," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2013).
Jokowi heran jika pembangunan Monorel yang kembali dijalankan saat dia menjadi Gubernur DKI merupakan balas budi. Dirinya pun tak mau ambil pusing. Saat ini yang diperlukan adalah kehadiran moda transportasi massal di Jakarta yang aman, nyaman dan cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Balas budi gimana sih? Itu transprotasi massal diperlukan Jakarta. Jangan ada balas budi ke siapa-siapa lagi," tambahnya.
Pengamat transportasi publik Darmaningtyas mengait-ngaitkan proyek Monorel yang dihidupkan lagi oleh Jokowi tidak terlepas dari sosok Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP. Karena proyek Monorel pertama kali disetujui pada tahun 2004, saat Megawati menjabat sebagai Presiden RI.
"Monorel itu yang mencanangkan pembangunannya kan Megawati. Pak Jokowi jadi gubernur juga tak lepas dari Ibu Mega sebagai Ketua Umum PDI-P. Itu dugaan dari analisis saya. Saat menghadiri peluncuran logo monorel waktu itu," kata Darmanintyas.
(jor/rmd)











































