Belakangan ini hubungan Rano dengan PDIP memanas setelah Ketua DPD PDIP Banten Ribka Tjiptaning mengumumkan partainya sudah mencabut dukungan ke Ratu Atut-Rano Karno sebagai duet gubernur dan wagub Banten. Ribka menyebut alasannya karena Rano Karno dinilai tak berguna bagi partai dan masyarakat Banten.
Tak hanya itu, Ribka juga menyebut Rano Karno hanya diam tak memperhatikan masyarakat Banten. Dia menyebut Rano tertunduk di bawah ketiak Gubernur Ratu Atut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap PDIP yang mendua ini menarik dilihat. Partai Golkar yang mengusung Ratu Atut, misalnya, melihat PDIP sedang berharap durian runtuh menanti kursi Gubernur Banten jatuh dari tangan Atut ke Rano. Apalagi Atut mulai kesandung KPK.
Namun PDIP menampik tudingan keras itu. Meski tak memungkiri aturan UU bahwa jika kasus Atut berlanjut di KPK maka ' Si Doel' bisa jadi Gubernur Banten.
Kunjungan Mega mengajak Rano bertemu buruh pabrik sepatu Nike di Tangerang seolah mengklarifikasi pernyataan Ribka, menunjukkan bahwa Rano masih bekerja untuk PDIP dan masyarakat Banten. Lalu apakah kunjungan ini juga menegaskan pesan Mega bahwa PDIP sudah siap Rano naik mobil Banten 1?
(van/try)











































