Perampokan terjadi Minggu (20/10/2013) petang di gudang minyak milik CV Vinoli Makmur yang terletak di Tegalwinangun, Kelurahan Tegalgede, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Perampokan terjadi saat gudang sudah tutup dan pelaku melumpuhkan petugas jaga pabrik.
Menurut sumber di kepolisian setempat, dari pemeriksaan saksi-saksi diketahui bahwa perampokan itu didahului aksi pura-pura para pelaku untuk memperdaya satpam bernama Herry Winarno yang saat itu sedang berjaga sendirian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat Herry berbalik untuk mengambil HP-nya yang berada di ruang jaga, Herry langsung diserang pelaku. Dari arah belakang, dia dipukul di bagian tengkuk. Selain itu juga mendapat pukul keras menggunakan gagang pisau di bagian dahinya.
Selanjutnya, di bawah todongan pisau, Herry digiring oleh dua pelaku ke arah ruang jaga. Dalam pengakuannya kepada polisi, satpam yang malang itu kemudian diikat dengan lakban dan ditelungkupkan di kursi penjagaan dengan posisi kepala ditutupi jaket.
Diperkirakan pada saat itulah para pelaku menjarah isi brankas gudang di bagian belakang. Brankas besi itu dibongkar paksa dengan mesin las. Sekitar dua jam setelah penyekapan, Herry baru tertolong oleh seorang petugas gudang pabrik yang kebetulan melintas dan mendengar suara meminta bantuan. Selanjutnya mereka melapor polisi.
"Satpam disekap oleh pelaku, selanjutnya brankas dibongkar dengan mesin las. Pelaku lalu kabur setelah mengambil uang. Diperkirakan para pelaku menggunakan mobil, namum dari pemeriksaan awal satpam tidak mengetahui persis mobil apa yang dipakai para pelaku," ujar Kapolsek Karanganyar Kota, AKP Joko Waluyono, saat dihubungi detikcom.
Joko mengatakan hingga dinihari ini tim gabungan masih melakukan olah TKP, memeriksa para saksi, mengidentifikasi jejak, dan mempelajari rekaman CCTV milik perusahaan.
Namun demikian, Joko enggan menyebutkan jumlah uang yang dibawa lari oleh perampok. Dia hanya mengatakan brankas yang dibongkar perampok memang brankas besi ukuran besar, namun berapa isi pastinya belum diketahui. Pemilik gudang, Suparman, saat ini masih berada di Jakarta dan masih terus berusaha untuk dihubungi. "Dimungkinkan kerugian uangnya cukup besar, tapi kami belum bisa memastikannya," ujar Joko.
Sedangkan menurut sumber kepolisian di Karanganyar menyebutkan, uang yang digasak perampok dari brankas besi dalam aksi itu mencapai Rp 908.720.700,00.
(mbr/ahy)










































