Penjelasan Lengkap Rahmad Soal Penjemputan Prof Subur oleh BIN

Penjelasan Lengkap Rahmad Soal Penjemputan Prof Subur oleh BIN

Ferdinan - detikNews
Minggu, 20 Okt 2013 23:02 WIB
Penjelasan Lengkap Rahmad Soal Penjemputan Prof Subur oleh BIN
Jakarta -

Loyalis Anas Urbaningrum yang juga anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Muhammad Rahmad, bicara soal kabar penjemputan Prof Subur Budhisantoso oleh Badan Intelijen Negara. Meski membuat heboh, Rahmad menolak meminta maaf.

Selang sehari ramai diberitakan, Rahmad memilih berbicara ke media. Didampingi Sri Mulyono yang juga anggota PPI, Rahmad menjelaskan kronologis keterangannya saat membuka dialog di markas PPI, Duren Sawit, Jaktim.

Bekas Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat ini langsung membantah dirinya bersembunyi karena kasus ini ketika membuka jumpa pers. Kemudian secara lengkap Rahmad memaparkan runutan kabar penjemputan BIn.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmad menjelaskan sebagai moderator dialog Pergerakan, dia wajib memberitahu alasan ketidakhadiran Prof Subur dan Bambang Soesatyo yang diundang hadir sebagai narasumber. Bambang diketahui tidak hadir karena sakit.

"Saya jelaskan pula bahwa Prof Subur tidak bisa hadir karena sedang berada di kantor BIN Kalibata. Informasi tersebut saya dapatkan dari Sri Mulyono yang bertugas menjemput Prof Subur," ujar Rahmad yang mengenakan seragam PPI.

Sri Mulyono mengabarkan bila Prof Subur sudah berada di kantor BIN pada saat diskusi akan digelar yakni Jumat (18/10). "SM mendapatkan info dari ajudan Prof Subur," kata Rahmad. Karena itu Sri langsung menyambangi kantor BIN untuk menjemput bekas Ketum Demokrat itu.

Sesampainya di daerah sekitar kantor BIN, Sri lanjut Rahmad berkomunikasi langsung dengan Prof Subur melalui telepon genggam. Kepada Sri, Prof Subur menyampaikan jadwal pertemuannya dengan Ka BIN Marciano Norman yang seharusnya pukul 10.00 WIB ditunda.

"Karena Kepala BIN ada kegiatan penting dengan Presiden, menjemput presiden," imbuh Rahmad.

Karena diminta menunggu hingga pukul 13.00 WIB, Prof Subur menitipkan pesan kepada Sri untuk diteruskan ke panitia kalau dirinya tidak bisa hadir dalam dialog di PPI. "Karena tidak berhasil menjemput Prof Subur, Sri kemudian menuju Duren Sawit dan menyampaikan informasi kepada pengurus PPI dan panitia dialog sebagai laporan termasuk kepada saya sebagai moderator," kata Rahmad.

Informasi ini yang kemudian disampaikan ke peserta dialog agar mendapatkan kejelasan alasan ketidakhadiran narasumber. "Saya tidak pernah mengatakan Prof Subur diculik, ditangkap, diambil paksa, diamankan, diciduk dan sejenisnya," tegas Rahmad.

Setelah itu, Rahmad meminta klarifikasi ulang ke Sri yang mengatakan Prof Subur tidak dijemput staf BIN. "Beliau datang sendiri ke BIN atas dasar janjo pertemuan dengan Ka BIN pada jam 10.00 pagi," kata dia.

(fdn/ahy)


Berita Terkait