Rahmad Mengaku Tak Tahu Pernyataannya Diunggah ke Youtube

Rahmad Mengaku Tak Tahu Pernyataannya Diunggah ke Youtube

Ferdinan - detikNews
Minggu, 20 Okt 2013 18:42 WIB
Rahmad Mengaku Tak Tahu Pernyataannya Diunggah ke Youtube
Jakarta -

Anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Muhammad Rahmad mengaku tak tahu bila pernyataannya soal penjemputan Prof Subur Budhisantoso (SBS) oleh staf BIN diunggah ke situs Youtube.

"Saya belum sempat cek. Nanti saya cek tentang pemberitaan itu," kata Rahmad menjawab pertanyaan wartawan usai jumpa pers di rumah pergerakan PPI yang juga kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit Jaktim, Minggu (20/10/2013).

Rahmad juga mengaku tidak mengetahui siapa yang mengunggah video tersebut ke Youtube. "Tidak tahu juga," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika pertanyaan ini diajukan, seorang pria berseragam PPI langsung menyela ketika ditanya video telah dihapus dari Youtube.

"Itu hang tidak pernah dihapus, sekarang dibuka lagi. Masih ada itu," kata si pria saat menemani Rahmad meninggalkan ruang jumpa pers.

Rahmad dalam penjelasannya menerangkan, dia mendapat informasi soal Prof SBS dijemput staf BIN dari anggota PPI Sri Mulyono.

Sri yang bertugas mengantar jemput Prof SBS yang sedianya jadi narasumber dalam dialog pergerakan mendapat informasi dari ajudan SBS bahwa bekas Ketum Demokrat itu dijemput staf BIN.

Namun saat dikroscek ulang langsung, Prof SBS mengatakan dirinya memang datang ke kantor BIN lantaran sudah mengatur jadwal pertemuan dengan Kabin.

Dalam video seperti yang dikutip Sabtu (19/10), begini pernyataan Rahmad saat membuka dialog di kediaman Anas, Jumat (18/10).

"Kepada sahabat-sahabat semua, karena dua orang narasumber pada detik-detik terakhir kita mendapatkan informasi mereka berhalangan hadir, khusus untuk narasumber Profesor Subur Budisantoso kita dikabarkan tadi oleh panitia bahwa jam 9 pagi tadi beliau dijemput oleh staf BIN, kemudian ajudannya menyampaikan panitia menjemput Prof Budi langsung saja di Kalibata (kantor pusat BIN), tidak usah ke rumah. Maka panitia langsung meluncur ke Kalibata sebelum (salat) Jumat.

Sesampainya di Kalibata, panitia tidak diperkenankan untuk bertemu dengan Prof Budi, tetapi panitia sempat berkomunikasi langsung dengan Prof Budi melalui handphone. Nah, melalui percakapan itu, disampaikan oleh Prof Budi bahwa Kepala BIN mau ketemu. Tetapi pada saat Prof Budi jam 9 pagi itu sudah di Kalibata, disampaikan oleh staf BIN kalau Kepala BIN sedang menghadap Presiden, jadi mohon ditunggu. Nah, kita tahu kalau hari ini Presiden tidak ada di Jakarta.

Nah, disampaikan lagi bahwa sesudah menghadap Presiden, nanti setelah Jumat baru Kepala BIN ketemu Prof Budi, artinya kalau sudah Jumat bersamaan dengan acara dialog pergerakan di mana Prof Budi sudah menyampaikan kesediaannya untuk hadir dalam acara dialog ini. Jadi silakan teman-teman tafsirkan sendiri kenapa Prof Budi tidak bisa hadir. Dan kabarnya beliau tidak dibenarkan tinggalkan Kalibata sebelum ketemu Kepala BIN."

(fdn/ahy)


Berita Terkait