Demikian siaran pers JK yang diterima detikcom, Minggu (20/10/2013).
Disebutkan, pengurangan kuota dan ketatnya Depag RI dalam menerapkan pengurangan tersebut membuat pelayanan bagi jamaah haji Indonesia lebih maksimal. Hal ini terlihat pada saat wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan melontar jumarah di Mina, yang menurut JK adalah momen sangat penting bagi pelaksanaan haji.
Bus yang digunakan Departemen Agama RI untuk para jamaah bagus, makanan juga tersedia cukup, perjalanan lancar praktis tanpa kemacetan selain karena hambatan kepadatan kendaraan di saat jamaah haji bergerak serentak dari Arafah menuju Mina.
"Hampir seluruh fasilitas yang dibangun pemerintah Arab Saudi, seperti jalur kereta api, fasilitas di Mina, serta infrastruktur jalan sudah selesai. Sehingga menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah haji haji. Membuat seluruh akses terbuka dengan baik," kata JK.
Menurut mantan wapres yang tahun ini menunaikan ibadah haji atas undangan Kerajaan Arab Saudi ini, satu satunya kendala hanyalah pembangunan Masjidil Haram yang belum rampung sehingga otoritas setempat memperlakukan sistem buka-tutup masuk masjid.
"Tetapi tidak terlalu masalah karena jamaah haji bisa menyesuaikan waktunya masuk masjid sebelum ditutup oleh para askar yang berjaga jaga menjelang salat," ujar JK.
(nrl/nrl)











































