"Tawaf wada kemarin sampai dua jam," kata Rahmad, jamaah kloter 1 asal Jakarta, saat hendak pulang ke tanah air di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (20/10/2013).
Rahmat mengaku, saat tawaf perpisahan itu tempat tawaf penuh sesak jamaah. Apalagi di dalam rombongan banyak juga yang berusia lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diamini Susi, jamaah haji asal Padang, Sumbar. Para jamaah banyak yang kurang tidur. Apalagi, tidak ada lagi tempat menginap sementara di Jeddah. Jamaah langsung berangkat dari Makkah ke bandara.
Proses keberangkatan itu membutuhkan waktu yang lama. Di bandara saja, mereka harus sudah sampai pukul 04.00 WIB. "4 Hari ini kurang tidur," terang Susi.
Jamaah yang terbang pada hari ini yakni jamaah kloter satu Jakarta berjumlah 455 orang yang terbang dari Jeddah pukul 07.20 dan menyusul jamaah asal Padang berjumlah 360 yang terbang pukul 09.30 WIB.
Wajah-wajah lelah dan kurang tidur terlihat dari para jamaah yang mengenakan batik hijau ini. Namun semuanya sirna begitu proses pemeriksaan barang dan boarding tiket selesai.
Misalnya saja Rosna, nenek berusia 72 tahun asal Batu Sangkar ini. Dia berharap bisa segera bertemu keluarganya. Kelelahan semua akan terbayar.
"Senang bisa lihat Ka'bah," jelas Rosna dengan senyum. "Keluarga sudah tahu pulang hari ini, nanti dijemput," tambah dia lagi.
(ndr/nrl)











































