Setelah menyebar kabar penjemputan Prof Subur Budhisantoso oleh BIN, kini M Rahmad (40) bersembunyi. Rahmad mungkin tak menyangka Prof Subur membantah dijemput BIN. Kini tangan kanan Anas itu dituntut mempertanggungjawabkan pernyataannya yang mengusik Badan Intelijen Negara (BIN).
Rahmad menyampaikan kabar tersebut saat menjadi moderator acara diskusi di Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (18/10). Tak ada yang percaya kabar tersebut sampai kemudian video Rahmad muncul di Youtube.
M Rahmad yang juga Eks Wadir PD ini memang dikenal sebagai orang dekat eks Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Bahkan saat Anas memutuskan berhenti dari jabatan Ketua Umum PD karena jadi tersangka kasus korupsi, M Rahmad pun ikut mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kemunculan Rahmad di Youtube, sejumlah loyalis Anas seperti Gede Pasek Suardika mengamini pernyataan Rahmad. Respons publik meluas, kabar burung itu jadi berita luas. Rahmad yang merasa ketakutan dirinya bakal diciduk BIN pun memilih bersembunyi di tempat yang aman. Rupanya Rahmad menyadari dirinya sedang mengusik BIN, ibarat membangunkan macan tidur.
Ketua BIN Marciano Norman langsung membantah tudingan yang dilontarkan loyalis eks Ketua Umum PD Anas Urbaningrum ini. BIN menuntut Rahmad meminta maaf, mempertanggungjawabkan pernyataannya, dan membuka peluang menempuh jalur hukum. Menko Polhukam Djoko Suyanto juga mendesak Rahmad muncul dari persembunyiannya.
Setelah didesak, Rahmad pun akan muncul memberi penjelasan. Lalu apakah Rahmad akan mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas tudingan keras ke BIN?
(van/nrl)











































