M Rahmad, Tangan Kanan Anas yang Mengusik BIN

M Rahmad, Tangan Kanan Anas yang Mengusik BIN

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Minggu, 20 Okt 2013 12:05 WIB
M Rahmad, Tangan Kanan Anas yang Mengusik BIN
Jakarta - Setelah menyebar kabar penjemputan Prof Subur Budhisantoso oleh BIN, kini M Rahmad (40) bersembunyi. Rahmad mungkin tak menyangka Prof Subur membantah dijemput BIN. Kini tangan kanan Anas itu dituntut mempertanggungjawabkan pernyataannya yang mengusik Badan Intelijen Negara (BIN).

Rahmad menyampaikan kabar tersebut saat menjadi moderator acara diskusi di Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (18/10). Tak ada yang percaya kabar tersebut sampai kemudian video Rahmad muncul di Youtube.

M Rahmad yang juga Eks Wadir PD ini memang dikenal sebagai orang dekat eks Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Bahkan saat Anas memutuskan berhenti dari jabatan Ketua Umum PD karena jadi tersangka kasus korupsi, M Rahmad pun ikut mundur.

Saat Anas masih Ketua FPD DPR, Rahmad menjadi Tenaga Ahli Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR sejak November 2009. Pada Kongres Partai Demokrat di Bandung, Rahmad mendampingi Anas keliling Indonesia untuk kampanye pemilihan ketua umum. Pasca terpilihnya Anas menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada tahun 2010 itulah dia ditunjuk jadi Wakil Direktur Eksekutif di PD.

Setelah kemunculan Rahmad di Youtube, sejumlah loyalis Anas seperti Gede Pasek Suardika mengamini pernyataan Rahmad. Respons publik meluas, kabar burung itu jadi berita luas. Rahmad yang merasa ketakutan dirinya bakal diciduk BIN pun memilih bersembunyi di tempat yang aman. Rupanya Rahmad menyadari dirinya sedang mengusik BIN, ibarat membangunkan macan tidur.

Ketua BIN Marciano Norman langsung membantah tudingan yang dilontarkan loyalis eks Ketua Umum PD Anas Urbaningrum ini. BIN menuntut Rahmad meminta maaf, mempertanggungjawabkan pernyataannya, dan membuka peluang menempuh jalur hukum. Menko Polhukam Djoko Suyanto juga mendesak Rahmad muncul dari persembunyiannya.

Setelah didesak, Rahmad pun akan muncul memberi penjelasan. Lalu apakah Rahmad akan mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas tudingan keras ke BIN?

(van/nrl)


Berita Terkait