"Sama sekali tidak benar. Yang pertama untuk apa kami melakukan itu, apa perlunya?" ujar Marciano dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (19/9/2013).
Mantan Komandan Paspampres ini juga menegaskan BIN sama sekali tidak memiliki agenda untuk bertemu dengan Prof Subur. Marciano sendiri secara pribadi sangat menghormati Prof Subur.
"Saya selaku kepala BIN bertanggung jawab, tidak akan ada tindakan-tindakan seperti yang dikabarkan itu," kata Marciano.
Marciano pun meminta agar pihak-pihak yang menyebarkan informasi mengenai penjemputan Prof Subur oleh BIN untuk bertanggung jawab. "Kelompok manapun yang mencoba mengaitkan BIN dengan langkah seperti itu, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Seolah-olah terjadi tindakan yang tidak berpihak kepada rakyat," kata Subur.
Soal penjemputan Subur oleh BIN dijelaskan seorang pengurus Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI) yang menjadi moderator dalam diskusi pada Jumat kemarin. Penjelasannya tersebut dimuat dalam jejaring video Youtube.
Diskusi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) ini digelar di kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013). Diskusi itu bertema 'Dinasti Versus Meritokrasi Politik'. Sebagai pembicara dalam diskusi itu Anas Urbaningrum, Chusnul Mariyah, dan Prof Subur Budisantoso. Namun Subur tak hadir.
(/nwk)











































