Menlu Palestina: Arafat Sakit Parah dan Masih Hidup
Rabu, 10 Nov 2004 04:24 WIB
Jakarta - Menlu Palestina Nabil Shaath menegaskan Presiden Yasser Arafat masih hidup meski sakit yang diderita makin parah. Pernyataan ini dikeluarkan menanggapi kabar Arafat meninggal dunia."Kondisi Arafat memang sangat buruk dalam 24 jam terakhir ini. Tetapi, hati, otak dan jantungnya masih berfungsi."Demikian kata Shaath dalam jumpa pers di Paris, Prancis, seperti dilansir dari AFP, Rabu (10/11/2004)."Dia akan hidup atau meninggal tergantung kemampuan tubuhnya untuk menolak dan kebaikan Tuhan," tukas Shaath.Ia mengungkapkan hingga kini masih belum ada rencana membawa Arafat pulang ke Tepi Barat. Dirinya juga menolak usulan dilakukan euthanasia kepada Arafat."Kami muslim tidak mengizinkan euthanasia," tegasnya.Sebelumnya, Shaath bersama pejabat Palestina lainnya sempat bertemu dengan Presiden Prancis Jaqcues Chirac dan Menlu Michel Barnier. Para pejabat Palestina ini berencana akan pulang hari ini. Pernyataan Shaath ini tentu saja bertentangan dengan ucapan anggota kabinet Palestina di Ramallah. Pejabat tersebut mengatakan Arafat sudah meninggal namun masih belum ditentukan kapan pengumuman resminya.Secara terpisah, sumber AFP di Israel mengatakan pejabat Palestina dan Israel akan melakukan pembicaraan mengenai rencana pemakaman Arafat. "Tidak akan ada pernyataan resmi sampai ada kesepakatan mengenai pemakaman dia," ujar pejabat Israel tersebut.
(ton/)











































