Sebuah situs kembali ditemukan di Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Situs yang menjadi tempat belajar atau Darmasala itu ditemukan tidak berjauhan dengan penemuan candi sebelumnya di bukit Pagonan.
Darmasalan ini berada di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut. Letak situs tersebut berada tepat di bawah candi yang ditemukan sebelumnya atau sekitar 2.400 meter diatas permukaan laut.
Situs tersebut ditemukan oleh sejumlah warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pandawa Dieng setelah sebelumnya sempat melihat beberapa bongkahan batu yang berserakani titik spot sunrise. Letak kedua situs tersebut berada dekat dengan kawasan Candi Arjuna Dieng atau di sebelah selatan kompleks candi yang berada di dekat mulut jurang di bukit Pagonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pihaknya sengaja mencari titik spot sunrise di bukit pangonan karena berdasarkan foto yang didapat oleh salah satu orang Belanda sekitar tahun 1937, bikit Pangonan merupakan titik spot yang paling baik untuk melihat sunrise maupun sunset.
Dilokasi tersebut semua orang bisa memandang luas pegunungan-pegunungan maupun wilayah-wilayah Dieng dengan sangat indah.
"Dari bukit Pangonan ini lebih strategis melihat segalanya, karena posisinya berada di tengah-tengah. Kita sengaja mencari titik spot baru agar pengunjung tidak harus melihat sunrise di bukit Sikunir," ujarnya.
Dia menjelaskan, pada saat mencari titik spot tersebut pada 9 Okteber 2013 lalu, pihaknya tidak sengaja menemukan potongan-potongan batu yang diperkirakan merupakan sebuah pondasi yang berada di lereng sebelah timur. Karena tidak mempunyai wewenang, maka dia melaporkan penemuan tersebut ke Pemda Banjarnegara dan ahli purbakala untuk di teliti lebih lanjut.
"Kita naik lagi tanggal 17 Oktober pemda dan ahli purbakala, jadi itu semacem pondasi atasnya Candi, ini lebih besar dari yang kemarin. Itu di lereng timur, agak ke bawah sebelah selatan dan itu masih pondasi semua," ungkapnya.
Dia mengungkapkan jika di bukit Pagonan kemungkinan masih akan banyak ditemukan situs-situs lainnya, karena di bukit tersebut masih banyak ditemukan batu-batu seperti candi.
"Mungkin bisa lebih banyak lagi, masih banyak ditemukan batu-batuan," jelasnya.
Sedangkan lokasi situs ini berada di lereng yang agak curam, sebagian situs juga sudah agak rusak, karena dipinggirnya agak longsor akibat struktur tanahnya yang sudah melorot. Besarannya kira-kira sama seperti candi yang ada di komplek Arjuna.
"Yang ini beda dengan candi pertama yang ditemukan, yang pertama agak kecil," tuturnya.
(arb/asp)










































