Warga Amankan Seseorang yang Diduga Pembunuh Pengamen di Cipulir

Warga Amankan Seseorang yang Diduga Pembunuh Pengamen di Cipulir

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 19 Okt 2013 02:21 WIB
Jakarta - Warga mengamankan seorang pemuda yang diduga sebagai pelaku pembunuhan pengamen di Cipulir. Penangkapan ini akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya yang menangani kasus pembunuhan tersebut.

"Jam 21.00 WIB tadi kita amankan di rumah salah satu terdakwa di Tebet, Jakarta Selatan," kata pengacara terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Johanes Gea saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/10/2013). Johanes adalah pengacara para terdakwa yang diduga membunuh pengamen Cipulir yang kini sidangnya tengah berlangsung di PN Jaksel.

Seseorang yang diamankan tersebut berinisial IP, berumur sekitar 18 tahun. Johanes menuturkan, IP-lah yang sesungguhnya terlibat pembunuhan terhadap Dicky Maulana, bukan empat orang anak jalanan yang selama ini divonis hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia mengaku sendiri. Tapi dia bukan pelaku utama," ucap Johanes
Β 
Johanes menuturkan, ketika pembunuhan terhadap Dicky berlangsung di bawah Jembatan Layang Cipulir, IP menunggu di atas jembatan. Kala itu, dua orang teman IP menganiaya Dicky.

"Pelaku dan korban saling kenal. Ada unsur dendam yang melatarbelakangi pembunuhakn ini, dia nggak suka sama korban. Motornya mau diambil," tutur Johanes.

Pihak terdakwa kasus pembunuhan Dicky akan melaporkan IP ke Polda Metro Jaya. "Kita berharap segera diproses dan diungkap kalau memang para terdakwa saat ini bukan pelaku sebenarnya. Malam ini juga kami akan membuat laporan ke Polda Metro Jaya," ujar Johanes.

Sebelumnya diberitakan, PN Jakarta Selatan memvonis penjara kepada 4 anak jalanan di Cipulir dalam kasus pembunuhan. Merasa putusan vonis itu tidak adil, orangtua keempat anak jalanan itu pun mengajukan banding.

"Ini peradilan yang sesat. Keluarga para anak-anak ini akan banding ke Pengadilan Tinggi, kita akan eksaminasi semua," ujar pengacara dari LBH Jakarta, Johanes Gea di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).

Pihak Polda Metro Jaya menyatakan bahwa motif pembunuhan Dicky adalah perebutan lahan mengamen. Dicky dibunuh lantaran para pelaku, yang disebut sebagai anak Punk, merasa terusik.

"Temuan mayat korban ini, dilaporkan 3 remaja yang ternyata adalah pelakunya, ke tukang ojek yang biasa mangkal di situ," kata Kanit V Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Antoniun Agus, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/7).
Β 

(dnu/ega)


Berita Terkait