Ini Penjelasan Istana Soal Komentar Bu Ani di Instagram

Ini Penjelasan Istana Soal Komentar Bu Ani di Instagram

- detikNews
Jumat, 18 Okt 2013 16:01 WIB
Ini Penjelasan Istana Soal Komentar Bu Ani di Instagram
dok Bu Ani/instagram
Bantul -

Komentar Bu Ani di akun Instagram @aniyudhoyono yang menggunakan kata 'bodoh' sempat menjadi pembicaraan hangat di dunia maya. Pihak Istana menegaskan bahwa komentar Ibu Ani tidak bertujuan untuk mencemooh.

"Jelas komen Ibu bukan untuk mencemooh," kata jubir kepresidenan Julian Aldrin Pasha di sela-sela mendampingi Presiden SBY dan Ibu Ani melakukan kunjungan kerja di Bantul, DIY, Jumat (18/10/2013).

Heboh di Istagram ini bermula dari komentar @erie_nya tentang foto Presiden SBY dan keluarga yang mengenakan batik di Pantai Klayar, Pacitan, Jatim, pada Rabu (16/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bu Ani menjawab komentar Erie Prasetyo, pemilik akun di atas dengan: "Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Kok anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan dan mampir sebentar ke pantai itu sekalian lewat? Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja?"

Komentar pertama Erie dan Bu Ani tersebut telah dihapus dari akun Bu Ani.

Erie lantas meminta maaf. "Iya ibu, saya barangkali memang masuk dalam golongan orang Indonesia yang masih bodoh. semoga Ibu berkenan memberi saya pencerahan agar kelak saya bisa pintar seperti Ibu. tapi memang, jika tidak ada orang bodoh, mereka yang pintar jadi tidak memiliki arti.. *saya ngga cari ngetop. saya cuma kasih komen yang tak memuji. Jika Tuhan saja bisa mengapuni dosa-dosa saya, saya percaya Ibu akan memberi maaf kepada saya, kepada salah satu Warga Negara Indonesia yang masih bodoh.. Doa saya selalu, agar Ibu dan Bapak Presiden sekeluarga terus sehat dan senantiasa mampu untuk membuat negara ini maju dan membuat pintar warga negara yang masih bodoh seperti saya. Maafkan jika komentar2 saya sebelumnya membuat Ibu tidak berkenan..."

Lebih lanjut Julian menuturkan, Erie akhirnya memahami bahwa pemakaian baju batik Ibu Ani dan keluarga karena memang tidak secara khusus datang ke Pantai Klayar tapi memang ada satu rangkaian acara.

"Semua rombongan pun memakai batik. Jadi bukan hanya semata-mata ke Pantai Klayar," ungkapnya.

Bagaimana dengan jawaban Bu Ani yang dinilai tidak etis? "Itu artinya Ibu Negara menjelaskan konteksnya seperti itu, bahwa keluarga datang... (tidak semata-mata ke Pantai Klayar-red). Dan jelas komen Ibu bukan untuk mencemooh," jawab Julian.

Artinya kita tetap boleh mengomentari akun Bu Ani kan? "Silakan saja dikomentari, itu kan komunitas," jawab Julian. Dia mengimbau komentar publik yang diberikan lebih profesional. "Komentarnya jangan out of context," kata Julian.

(/)


Berita Terkait