"Saya langsung menggunduli rambut saya padahal saya sedang di Singapura," kata Singky kepada detikcom, Jumat (18/10/2013).
Singky mengaku pernah memiliki masalah saat perusahaannya mengajukan tender untuk pembukaan dan penutupan PON di Samarinda. Dia harus bersaing dengan salah satu perusahaan yang menurutnya berada dalam satu grup dengan perusahaan kerabat sang menteri. Singky kalah tender.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi untuk mengangkut barang saja butuh lebih dari 21 hari, bisa butuh 70 hari. Ini kalau bukan informasi orang dalam tidak mungkin bisa menang. Kalau mau mengangkut barang dari Jakarta butuh lebih lama lagi karena harus membawa barang dulu ke Surabaya," katanya.
Singky melaporkan kasus itu ke KPPU tapi menurutnya tidak ada tindak lanjut. "Percuma saja," katanya.
Singky mengaku menggunduli rambutnya semalam. Saat itu dia mencari gunting namun tidak ketemu sehingga harus membeli silet cukur di minimarket di negara itu. "Waktu itu sempat kurang siletnya, terus saya keluar hotel dengan keadaan setengah tercukur dan orang banyak yang melihat. Tapi saya cuek saya dan kemudian beli silet lagi," katanya.
Singky mengatakan, saat ini dia berada di Singapura untuk membeli perlengkapan berkuda untuk daerah Jawa Timur. Dia ditunjuk sebagai pimpro cabang olah raga berkuda Jawa Timur untuk PON 2016.
(nal/nrl)











































