Untuk menghindari hal ini kembali terjadi, Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama memiliki kiat tersendiri. Salah satunya, laporan keuangan akan menggunakan sistem elektronik.
"Kita nggak usah berdebat, masuk ke e-budgeting saja. Supaya nggak bisa kalau kita coret di kertas, siapa yang jamin di depan dihilangkan?" kata pria yang akrab disapa Ahok itu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pakai e-budgeting semua bisa kelihatan dan pakai password. Sehingga kelihatan siapa yang mengubah, dan itu rencananya tahun depan," ujar Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu kemudian mengingatkan jajaran Pemprov DKI dan perangkat lainnya agar tidak berpikir untuk korupsi. Ahok bisa saja meminta PPATK menelusuri transaksi perangkat dan jajaran Pemrpov DKI yang mencurigakan.
"Ya kita kan pemurah dan pemaaf, jadi kita kejar. Saya sudah bilang, kalau Anda mau korupsi lagi, saya mau bilang ke PPATK telusuri uang istri dan anak Anda," tutup Ahok.
(vid/nrl)










































